Jutawan dan Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Pulang untuk Jalani Hukuman Delapan Tahun
Bangkok, REQNews.com -- Thaksin Shinawatra, jutawan dan mantan PM Thailand, pulang setelah 15 tahun di pengasingan dan diperintahkan menjalani hukuman penjara delapan tahun atas tiga vonis yang dijatuhkan pengadilan.
Jet pribadi yang membawa Thaksin mendarat di Bandara Don Muang pukul 09:00 pagi dan disambut ratusan pendukungnya yang berkaos merah, membawa spanduk, dan menyanyikan lagi.
Thaksin muncul sebentar di gedung terminal untuk membungkuk dan memberi karangan bunga di depan potret Raja Maha Vajiralongkorn, sebelum melambaikan tangan kepada pendukungnya.
Kaos Merah berjajar di tepi jalan ketika mantan pemilik Manchester City itu dibawa ke Mahkamah Agung.
MA Thailand memerintahkannya menjalani hukuman delapan tahun atas tiga dakwaan yang dijatuhkan kepadanya. Satu dakwaan terkait dengan Shin Corp, bekas perusahaannya, satu lagi soal pinjaman bank, dan lainnya kasus judi. Ia kabur ke Singapura, dan diadili secara in absentia.
Thaksin tampaknya yakin tidak akan mendekam di penjara jika Srettha Thavisin, taipan bisnis Thailand, dilantik sebagai perdana menteri. Srettha adalah pemimpin Partai Pheu Thai, yang merupakan inkarnasi gerakan politik Thaksin.
Jika perkiraan ini benar, politik Thailand akan memanas lagi karena Partai Most Forward pimpinan Pita Limjaroenrat yang memenangkan pemilu terdepak begitu saja.
Banyak orang berspekulasi ada kesepakatan rahasia yang membuat Thaksin mendapat keringanan hukuman.
Thaksin memenangkan dua pemilu dan dikudeta. Ia terpaksa lari dari negaranya setelah pemerintahan militer berusaha menjebloskannya ke penjara.
"Saya ingin minta izin kembali ke Thailand dan berbagi udara dengan saudara-saudara saya di sini," tulis Thaksin di X.
Meski absen dari ruang politik Thailand, Thaksin tetap politisi berpengaruh dan kontroveersial. Ia mengendalikan Partai Pheu Thai dan Partai Most Forward.
Thaksin adalah figur dibenci dan dicintai rakyatnya. Kaos Merah menutup mata atas semua kejahatan Thaksin, dan tetap mengenangnya sebagai pemimpin pro rakyat miskin.
Selama Thaksin berkuasa, rakyat miskin menikmati perawatan kesehatan murah dan upah minimum. Namun, elit pro-militer dan royalis -- atau pendukung monarki Thailand -- melihat pemerintahannya korup, otoriter, dan ancaman bagi tatanan sosial Thailand.
Tidak ada yang membantah betapa kebijakan Thaksin pro-rakyat. Namun, bukti-bukti di pengadilan menunjukan Thaksin juga korup.
Kini, Thaksin kembali dan Kaos Merah turun ke jalan. Apakah publik akan kembali melihat Kaos Kuning, kelompok pro-monarki, kembali berhadapan dengan Kaos Merah di jalan-jalan.
Politik Thailand tampaknya akan semakin ramai dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi jika Thaksin ternyata diberi keringanan hukuman.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.