REQNews.com

Korea Selatan Persiapkan Rakyat Hadapi Serangan Udara Korea Utara

News

Thursday, 24 August 2023 - 11:50

Pejabat pemerintah Korsel bergegas masuk ke tempat perlindungan saat sirene serangan udara terdengar. Korsel mulai melatih penduduknya menghadapi serangan udara Korut. EPA PhotoPejabat pemerintah Korsel bergegas masuk ke tempat perlindungan saat sirene serangan udara terdengar. Korsel mulai melatih penduduknya menghadapi serangan udara Korut. EPA Photo

Seoul, REQNews.com -- Sirene serangan udara terdengar di pusat kota Seoul, ibu kota Korea Selatan (Korsel), Rabu 23 Agustus. Para pejabat menghentikan kendaraan, dan memerintahkan semua orang masuk ke tempat perlindungan bawah tanah.

Suasana di atas adalah latihan menghadapi serangan udara mendadak Korea Utara (Korut). Latihan berlangsung pukul 14:00 dan berlangsung 20 menit. Kementerian Dalam Negeri Korsel mengatakan latihan pertahanan sipil ini yang kali pertama dalam enam tahun.

Saat sirene berbunyi, pejalan kaki di seluruh Seoul diinstruksikan memasuki tempat perlindungan terdekat atau bangunan bawah tanah. Ada sekitar 17 ribu tempat penampungan masyarakat sipil di seluruh negeri.

Di wilayah terdekat dengan Korut, pemerintah Korsel melatih warga lebih intensif, melibatkan pelatihan kimia, biologi, dan radiologi, termasuk mengenakan maskergas dan penggunaan jatah makanan darurat.

Tidak seluruh warga diwajibkan mengikuti latihan ini, tapi mereka yang berpartisipasi diharapkan memberi petunjuk kepada warga lain jika terjadi serangan sungguhan.

"Jika tentara Korut tiba-tiba menyerang, kebingungan akan menyebabkan banyak korban jiwa," kata Ahn Tae-hong, salah satu peserta. "Itulah mengapa kami harus berlatih dengan baik."

Choi In-ho, agen perjalanan berusia 62 tahun, mengatakan latihan ini agak merepotkan tapi perlu. Menurutnya, latihan ini akan meningkatkan kesadaran mengenai situasi keamanan di Semenanjung Korea.

"Kami selalu berkonfrontasi dengan Korut, tapi kami terlalu berpuas diri," kata Choi.

Selalu ada orang yang tidak peduli dengan latihan ini. Seorang pengguna platform X menulis; "Saya mendengar sirene serangan udara, jadi saya memutar musik lebih keras."

Latihan pertahanan sipil kali pertama diluncurkan tahun 1969, setelah serangan pasukan komando Korut ke kompleks kepresidenan Korsel. Namun latihan itu tidak diadakan lagi sejak 2017 setelah mencairnya hubungan Seoul-Pyeongyang dan Covid-19.

Chosul Ilbo, surat kabar paling banyak dibaca di Korsel, mengatakan dimulainya latihan pertahanan sipil adalah hal mendesak di tengah bencana alam dan meningkatnya ancaman nuklir Korut.

"Tidak berlebihan untuk mengatakan kemampuan masyarakat Korsel menghadapi bencana mendekati nol," kata surat kabar itu. "Berapa banyak orang Korsel menyadari apa yang harus dilakukan jika terjadi serangan rudal dan serangan udara Korut."

Korse dan Korut masih berstatus perang, karena Perang Korea dihentikan perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai. Pyeongyang menolak duduk merundingan perdamaian, dan mengejar mimpi menyatukan Semenanjung Korea dalam genggaman komunis.

Situasi dunia telah berubah, tapi Korut tidak pernah melepas ambisinya. Hubungan Korut-Korsel kerap diwarnai ketegangan, karena Pyeongyang terus mengembangkan kekuatan nuklirnya.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.