Kali Pertama Italia Secara Resmi Membangun Masjid, tapi dengan Menggusur Tunawisma
Milan, REQNews.com -- Kali pertama dalam sekian dekade Italia akan membangun masjid untuk umat Islam. Masjid akan dibangun di Milan, tapi dengan menggusur bekas pemandian umum yang dihuni migran tuna wisma.
Pemandian umum itu adalah bangunan megah dimakan usia. Selama tujuh tahun terakhir, bangunan kehilangan fungsi dan menjadi permukiman ilegal migran berupah rendah yang tak mungkin mampu membeli rumah.
Pekan ini, pemerintah kota Milan mengusir paksa mereka dengan alasan bangunan itu telah dijual dan akan diubah menjadi masjid oleh pemilik baru. Penduduk Milan turun ke jalan memprotes pengusiran paksa.
Dibangun tahun 1928, asat Italia dikuasai rezim fasis, bangunan sempat menjadi pabrik kancing dan sekolah mekanik. Tahun 1999, bangunan ditinggalkan dan sejak 2016 sekelompok migran menjadikan rumah itu tempat tingga.
Situs euronews memberitakan jumlah migran yang tinggal di tempat itu 40 orang, rata-rata berusia sekitar 30 tahun, dan sebagian besar berasal dari Afrika dan memeluk Islam. Media Italia melaporkan sejumlah tunawisma Italia juga tinggal di dalamnya.
Migran mendapatkan pekerjaan secara legal di Italia, tapi kebanyakan dari mereka adalah pekerja musiman dengan upah rendah. Mereka tidak mungkin menyewa, apalagi membeli, rumah di Milan.
Pekerjaan migran itu beragam, mulai dari pengendara Deliveroo, juru masak, pekerja pabrik, petani, dan buruh pergudangan.
Meski bekas pemandian umum, bangunan itu menyediakan banyak ruang untuk tidur, pancuran, dapur, kamar mandi, dan mushalla untuk shalat berjamaan.
Saat diberi tahu pemerintah kota bahwa semua penghuni harus meninggalkan gedung, migran menuduh pemerintah kota menjual mereka. Kelompok aktivis Ci Siamo - Rete Solidate (Kami di Sini - Jaringan Solidaritas) mengatakan penggusuran itu adalah contoh kota tidak ingin melihat orang miskin atau membiarkan mereka terlihat.
Meski protes berlanjut, pemerintah Milan tetap menggusur tempat itu. Kini, penduduk kota khawatir seluruh penghuni akan menjadi tunawisma dan tidur di emperan toko.
Seorang mantan penghuni gedung mengatakan; "Tidak seorang pun di antara kami yang mampu menyewa tempat berteduh. Untuk menyewa sebuah rumah, kami harus menabung bertahun-tahun. Kami juga harus mendapatkan kokumen, butuh kontrak tetap. Sedangkan durasi kontrak kerja kami hanya dua pekan sampai enam bulan."
Pihak berwenang mengatakan akan melakukan intervensi untuk membantu keluarga pemilik anak mendapatkan rumah baru. Namun, semua itu tidak akan membantu karena yang digusur adalah penghuni ilegal sebuah bangunan.
Asfa Mahmoud, presiden organisasi yang memenangkan kontrak pembangunan masjid di bekas bangunan pemandaian, mengatakan sangat berharap pemerintah menemukan solusi untuk menamung warga.
Masjid yang akan dibangun di Milan akan menjadi tempat ibadah umat Islam resmi pertama di Milan. Masjid berlokasi di lingkungan paling multikultural di Milan.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
