REQNews.com

Batam Mencekam! Warga Rempang Bentrok dengan Aparat Gabungan, Ini Pemicunya

News

Jumat, 08 September 2023 - 02:00

Bentrokan terjadi antara warga Rempang Batam dengan aparat gabungan. (Foto: twitter/@solidrempang)Bentrokan terjadi antara warga Rempang Batam dengan aparat gabungan. (Foto: twitter/@solidrempang)

JAKARTA, REQnews - Bentrokan terjadi antara warga Rempang dengan aparat gabungan dari Polri, TNI dan Ditpam Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Kamis, 7 September 2023.

Bentrokan dipicu lantaran warga masih belum setuju dengan pengukuran dan pengembangan kawasan Rempang yang merupakan kampung adat masyarakat Melayu.

Akibat bentrokan tersebut, aparat terpaksa menembakkan gas air mata hingga korban berjatuhan. Diungkapkan Kepala Sekolah SMP Negeri 22 Muhammad Nazib, belasan siswa menjadi korban dalam insiden itu karena terkena gas air mata. Pasalnya, lokasi bentrokan terjadi di dekat sekolah.

"Ada belasan siswa yang saya tau dibawa oleh ambulans ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Gas air mata itu tadi terbawa angin, karena ribut dekat dari sekolah kami," ungkapnya, dikutip dari Antara.

Sementara itu, Polri memastikan Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah menyiapkan ganti rugi bagi warga di Pulau Rempang, Batam, terkait rencana pengembangan kawasan tersebut.

"Tentunya langkah-langkah yang dilaksanakan oleh BP Batam sudah sesuai berjalan, mulai dari musyawarah, mempersiapkan relokasi, termasuk ganti rugi kepada masyarakat yang mungkin telah menggunakan lahan atau tanah di Rempang," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di pelataran Kantor Panglima TNI.

Sigit menjelaskan, pengukuran lahan di Rempang bertujuan untuk pengembangan kawasan namun kemungkinan lokasi tersebut dikuasai beberapa kelompok masyarakat.

"Di sana, ada kegiatan terkait dengan pembebasan atau mengembalikan kembali lahan milik otoritas Batam yang saat ini mungkin dikuasai beberapa kelompok masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pengukuran dilakukan karena BP Batam bakal menggunakan lahan tersebut untuk aktivitas tertentu.

"Karena memang ada kegiatan yang akan dilakukan oleh BP Batam (pada lahan di Rempang)," ujarnya.

Di sisi lain, BP Batam mengimbau agar masyarakat Kota Batam tidak terprovokasi dengan adanya isu miring yang beredar terkait pengukuran yang akan dilakukan di kawasan Rempang.

Isu yang beredar itu menyebut jika ada tindakan represif dari tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP terhadap masyarakat yang menghalangi jalannya tugas personel mengukur kawasan tersebut.

Menanggapi isu itu, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait memastikan jika peristiwa yang sebenarnya terjadi tidak demikian.

Menurut Ariastuty, masyarakat yang mengatasnamakan warga Rempang terlebih dulu melemparkan batu dan botol kaca ke arah personel keamanan yang akan memasuki wilayah Jembatan 4 Barelang.

Sejumlah oknum tak bertanggung jawab tersebut, kata dia, melemparkan batu meski petugas kepolisian telah mengimbau melalui pengeras suara agar barisan massa tidak gegabah dalam mengambil tindakan.

"Informasi dari tim di lapangan, sudah ada beberapa oknum provokator yang ditangkap pihak kepolisian. Beberapa di antaranya bahkan didapati membawa parang dan sudah berhasil diamankan," jelasnya.

Sementara itu, terkait siswa yang terkena gas air mata, Kepala Bidang Humas Polda Kepri Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad mengatakan jika anak-anak sekolah itu ikut terkena gas air mata yang terbawa angin. Pasalnya, lokasi sekolah tersebut berbatasan dengan tempat para warga yang menolak berkumpul.

"Gas air mata tidak mungkin diarahkan ke sekolah tapi ke kerumunan," tandasnya.

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.