Presiden Rusia Vladimir Putin Perkenalkan Perbankan Islam
Moskwa, REQNews.com -- Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang memperkenalkan perbankan Islam di empat republik; Chechnya, Dagestan, Tatarstan, dan Bashkortostan.
Al Arabiya memberitakan pembukaan bank Islam di empat republik itu adalah bagian program percontohan dua tahun yang dimulai 1 September 2023. Perbankan Islam melarang unsur riba, dan beroperasi berdasarkan hukum Syariah.
"Setiap transaksi harus berdasarkan aset nyata, halal, dan mengarah pada pembangunan ekonomi," kata Madina Kalimullina, sekretaris eksekutif Asosiasi Ahli Keuangan Islam Rusia.
Rusia adalah rumah bagi 20 sampai 25 juta pemeluk Islam, dan terkonsentrasi di empat republik. Sebagian kecil Muslim juga menghuni kota-kota mayoritas Kristen Ortodoks seperti Moskwa.
Selama bertahun-tahun Muslim menggunakan bank konvensional untuk transaksi apa pun, termasuk mencari modal usaha.
Dr Diana Galeeva, penasehat akademis di Universitas Oxford, mengatakan pembentukan bank syariah di Rusia adalah inisiatif yang ditunggu sejak lama. Namun, pembentukan bank syariah saat ini tidak lepas dari gejolak geopolitik dan sanksi Barat.
"Dalam kondisi ini peluang diversifikasi yang diciptakan oleh perbankan syariah menjadi sangat tepat," kat Dr Galeeva.
Rusia sedang mengupayakan lebih banyak hubungan dengan Timur Tengah. Pembentukan bank syariah didorong oleh reorientasi ini.
Ide memperkenalkan bank syariah di Rusia kali pertama muncul saat krisis keuangan tahun 2008. Saat itu bank-bank Rusia menghadapi kekurangan likuiditas dan mulai mencari sumber uang tunai alternatif.
Tahun 2014, menurut Dr Galeeva, bank-bank Rusia merasakan tekanan tambahan dari Barat akibat aneksasi Krimea. "Sebagai tanggapan, Asosiasi Bank Rusia mengusulkan pembentukan bank Islam, dan pembentukan komite di Bank Sentral yang mengatur aktivitas bank syariah," kata Dr Galeeva.
Namun, tak sedikit yang menganggap keputusan Presiden Putin memperkenalkan bank syariah hanya aksi publisitas dan upaya memodernisasi wilayah Muslim miskin di Republik Federasi Rusia.
"Perbankan Islam diperkirakan akan mengumpulkan 11 sampai 14 miliar dolar AS dalam proyek bersama negara-negara Muslim," kata Anatoly Aksakov, ketua Komite Pasar Keuangan Duma, majelis rendah legislatif Rusia.
Aksakov memperkirakan akan masuk investasi dari Turki, Iran, dan negara-negara Timur Tengah.
Sberbank, pemberi pinjaman terbesar di Rusia, sektor perbankan syariah memiliki pertumbuhan tahunan 40 persen dan diperkirakan akan mencapai 7,7 triliun dolar AS tahun 2025.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.