Begini Cara Dokter Gadungan Susanto Agar Diterima di RS PHC yang Ternyata Cuma Lulusan SMA
SURABAYA, REQNews - Publik digegerkan dengan kabar seorang pria mengaku sebagai dokter dan setelah dua tahun bekerja, baru ketahuan ternyata hanya lulusan SMA.
Diketahui dokter gadungan tersebut bernama Susanto dan telah bekerja di RS PHC selama dua tahun lebih.
Melansir dari Instagram resmi RS PHC Surabaya pihak manajemen mengatakan bahwa Susanto merupakan pekerja waktu tertentu yang bekerja di Klinik OHIH salah satu perusahaan di Jawa Tengah. Pekerjaannya terkait pada aspek pencegahan dan tidak pernah ditempatkan untuk melayani pasien di RS PHC Surabaya.
“Terdakwa berinisial S yang terindikasi melakukan penipuan dengan memalsukan dokumen kepegawaian merupakan Pekerja Waktu Tertentu yang ditempatkan di klinik OHIH pada salah satu Perusahaan Area Jawa Tengah yang bertugas lebih banyak pada aspek Preventif (pencegahan) dan Promotif serta tidak pernah sekalipun ditempatkan & melayani pasien di Rumah Sakit PHC Surabaya,” jelasnya.
Diketahui, Susanto bisa diterima di RS PHC dengan cara mencuri data, identitas, dan dokumen milik seorang dokter asli asal Bandung bernama dr AY. Melalui data yang ia curi, Susanto dapat mengelabui rumah sakit tersebut.
Data curian itu digunakan untuk melamar pekerjaan di RS PHC Surabaya untuk posisi tenaga layanan klinik sebagai Dokter First Aid pada 30 April 2020.
Beberapa berkas yang dicuri oleh Susanto di antaranya Surat Izin Praktik (SIP) Dokter, Ijazah Kedokteran, KTP, hingga Sertifikat Hiperkes.
Tersangka juga mengubah foto pada dokumen-dokumen yang ia curi tersebut tanpa mengubah isinya.
Adapun proses rekrutmen yang sempat diikuti oleh Susanto dilakukan secara daring karena saat itu masih dalam masa Pandemi Covid-19.
Melalui rekrutmen tersebut, Susanto berhasil diterima oleh RS PHC dan menjadi dokter gadungan yang menggunakan data dr AY.
Ia ditugaskan sebagai Dokter Hiperkes Fulltimer di Klinik K3 PT Pertamina EP IV Cepu yang dikelola PT PHC sejak 15 Juni 2020.
Adapun selama menjadi dokter gadungan, Susanto mendapatkan gaji sebesar Rp7,5 juta per bulan belum termasuk tunjangan dan fasilitas lainnya.
Aksinya sebagai dokter gadungan mulai terungkap pada 12 Juni 2023 di mana saat itu RS PHC meminta kembali dokumen-dokumen lamaran pekerjaannya untuk memperpanjang masa kontrak. Adapun pihak manajemen menemukan adanya ketidaksesuaian pada berkas-berkas yang diberikan.
Alhasil manajemen RS PHC langsung menghubungi dr AY yang asli untuk mendapatkan klarifikasi. Diketahui jika dr AY selama ini bekerja di RSU Karya Pangalengan Bhakti Sehat Bandung dan tidak mengetahui aksi tersebut.
Dokter AY juga menjelaskan jika ia tidak pernah melamar pekerjaan di Surabaya dan tidak terima karena data serta identitasnya dicuri oleh Susanto. Bahkan, ia juga tidak mengenal sosok tersangka yang menjadi dokter gadungan tersebut.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.