Vladimir Putin Janji Bantu Korut Bikin Satelit, Kim Jong-un Dukung 'Perjuangan Suci' Rusia Melawan Barat
Moskwa, REQNews.com -- Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia dan Korea Utara (Korut) akan membahas program satelit Pyeongyang. Kim Jong-un mengatakan mendukung Rusia dalam 'perjuangan suci' melawan Barat.
"Pemimpin DPRK menunjukan mnat besar terhadap teknik roket, mereka juga mencoba mengembangkan teknologi ruang angkasa," kata Presiden Putin seperti dikutip media Barat.
DPRK, atau Republik Demokrasi Rakyat Korea, adalah nama resmi Korea Utara di forum internasional dan PBB.
Kim Jong-un merespon pernyataan Presiden Putin dengan mengatakan; "Saya merasa terhormat Presiden Putin menyiapkan kesempatan bertemu lingkungan khusus di stasiun peluncuran roket, yang menjadi inti sebagai negara adidaya luar angkasa."
Orang nomor satu Korut itu juga mengatakan Kremlin mendapat dukungan penuh dari Pyeongyang dalam 'perjuangan suci' melawan kekuatan hegemonik Barat.
"Kami akan selalu mendukung keputusan Presiden Putin dan kepemimpinan Rusia," kata Kim Jong-un. "Kami akan bersama-sama melawan imperialisme."
Pertemuan Putin-Kim diawasi ketat Washington dan sekutunya, yang menduga mereka sedang bertransaksi senjata dan teknologi pertahanan.
Pejabat AS dan Korea Selatan (Korsel) telah menyatakan kekhawatiran bahwa Kim Jong-un akan memberi amunisi dan senjata kepada Rusia. Moskwa kehabisan persediaan amunisi setelah 18 bulan perang di Ukraina. Pyeongyang membantah kekhawatiran itu.
Pertemuan kedua pemimpin diadakan di Vostochny Cosmodrome, yang merupakan simbol ambisi Rusia sebagai kekuatan luar angkasa. Korut dua kali gagal meluncurkan satelit pengintai ke luar angkasa. Rusia baru saja gagal mendaratkan wahana luar angkasa di Bulan.
Kim Jong-un menjadikan satelit mata-mata sebagai prioritas pertahanannya. Rusia berusaha memperbaiki reputasinya dengan menyusul India mendaratkan wahana luar angkasa di kutub selatan Bulan.
Sebelum memulai pembicaraan, Kim Jong-un mengisi buku pengunjung Ia menulis (dalam Bahasa Korea); "Kemuliaan bagi Rusia yang melahirkan penakluk luar angkasa pertama, akan abadi."
Presiden Putin mengajak Kim Jong-un berkeliling fasilitas. Televisi Rusia mengatakan Kim Jong-un mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Presiden Putin.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.