Gempa Maroko: UNESCO Meratapi Masjid Tinmel
Marrakesh, REQNews.com -- Ribuan korban meratapi kehilangan keluarga, respon pemerintah Maroko yang lambat, dan ketidak-tersediaan tenda yang membuat ribuan orang tidur di udara terbuka. UNESCO, badan PBB untuk pendidikan, sains dan budaya, meratapi kehancuran Masjid Tinmel.
Terletak di Pegunungan Atlas, Masjid Tinmel -- ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia tahun 1995 -- benar-benar hancur akibat gempa Jumat 8 September malam. Masjid yang dibangun abad ke-12 itu berdiri pusat gempa di Pegunungan Atlas.
Sebagian menara masjid runtuh. Beberapa dinding hancur menjadi puing. Penggemar bangunan bersejarah, terutama yang menyukai arsitektur, layak meneteskan air mata menyaksikan kehancuran masjid.
Situs Le Matin menulis Masjid Tinmel dibangun untuk mengenang Mehdi Ibn Toumert, pendiri Dinasti Almohad. Bangunan masjid menggabungkan kelahusan tradisi arsitektur dan teknik konstruksi lokal.
Masjid terbuat dari lumpur, serat dan batang pohon, sehingga layak disebut sebagai keajaiban arsitektur sederhana. Semula, Masjid Tinmel menjadi pola dasar Dinasti Almohad. Setelah kekuasaan Almohad meluas dan mencapai Marrakesh, Masjid Tinmel menjadi model arsitektur Maghreb, khususnya Maroko.
"Masjid Almohad, demikian sebagian orang Maroko menyebutnya, menceritakan sejarah kami, masa lalu kami," tulis seorang pengguna Internet di Maroko. "Ini adalah identitas kami."
Tidak diketahui kapan Masjid Tinmel akan dibangun kembali, karena seluruh perhatian saat ini tertuju pada pencarian korban di bawah puing-puing, dan penyelamatan mereka yang terluka.
"Kami juga harus merencanakan tahap kedua pemulihan, yaitu membangun kembali sekolah dan properti budaya terkena dampak," kata Eric Falt, direktur regional UNESCO untuk Maghreb, setelah kunjungannya ke Madinah Marrakesh.
Menurut Felt, Masjid Tinmel memiliki ciri khas dari struktur, keseimbangan elemen, dan dekorasi bunga. Pintu samping yang berseberangan, musala, dan tata letaknya yang serasi tanpa salah selera. Masjid Tinmel adalah mahakarya Almohad.
Sejarah masjid juga berkaitan dengan Tinmel, kota pertama dan tempat kelahiran Dinasti Almohad pada abad ke-12 dan 13. Dinasti Almohad berakhir 1275, tapi Masjid Tinmel terpelihara sampai hancur dan dipugar pada pertengahan abad ke-20.
Pekerjaan restorasi terbaru dilakukan tahun 1990-an. Masjid tidak lagi menjadi tempat ibadah, yang menjadikan tempat bersejarah itu terbuka untuk non-Muslim.
Entah kapan Masjid Tinmel bangkit dari kehancurannya. Yang pasti UNESCO akan mengirim tim untuk mengevauasi kerusakan, dan Kementerian Kebudayaan Maroko berjanji akan membangun kembali.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.