REQNews.com

Film Porno Jaksel Untung Besar, Kru PH Ngaku Hanya Dibayar Segini

News

Saturday, 16 September 2023 - 09:00

Ilustrasi video porno (Foto: Istimewa)Ilustrasi video porno (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kepolisian menyebut jika keuntungan besar diraup oleh rumah produksi film porno di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel). Keuntungan yang diperoleh bisa mencapai Rp500 juta hanya dalam setahun beroperasi. Meski demikian, kru film mengaku hanya mendapatkan gaji Rp4 juta per bulan.

Hal ini dikemukakan oleh kuasa hukum dua tersangka kru studio film porno, Hika TA Putra.

"Jadi di situ dibayar bukan berdasarkan per judul film, bukan juga berdasarkan per member, tapi mereka di situ dibayar per bulan dan itu pun di bawah UMR. Saya dapat informasi gaji mereka itu di bawah Rp 4 juta per bulan," kata kuasa hukum dua tersangka kru studio film porno, Hika TA Putra, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat 15 September 2023.

Kedua tersangka ini yaitu berininsial JAAS yang berperan sebagai kameraman dan AIS sebagai editor film porno. Adapun gaji yang diperoleh setiap bulan ini merupakan yang pertama kali ditawarkan sutradara I. Namun sejak tahun 2022, produksi berubah genre jadi film porno.

"Mereka di situ bekerja awalnya bukan untuk film yang seperti ini, mereka bekerja untuk film biasa yang tidak melanggar asusila dan norma hukum apapun. Tapi seiring berjalannya waktu, otak dari pelaku ini atau pimpinannya ini, kemudian mengarahkan pada produksi-produksi yang kian lama kian vulgar," katanya.

Hika juga menegaskan jika kliennya tidak bisa dengan mudah meninggalkan rumah orduksi film porno tersebut. Alasannya karena faktor ekonomi.

"Sebetulnya kalau tekanan itu nggak ada ya, artinya lebih kepada kekhawatiran atau ucapan-ucapkan karena tidak mudah mencari pekerjaan yang lain. Karena mereka untuk AIS dan J ini mereka rata-rata punya balita yang harus menjadi tanggung jawab mereka untuk nafkahi," katanya.

Sementara itu Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak menegaskan jika tersangka I sebagai sutradara dan pemilik rumah produksi ini awalnya membuat film komedi dan horror. Melihat peminatnya sedikit, maka ia beralih ke film dewasa. 

"Awalnya itu membuat film-film yang bergenre horor maupun komedi. Dalam perjalanannya, kurang mendapat peminat akhirnya dicoba dengan pembuatan film-film yang bermuatan asusila atau adegan dewasa," kata Ade Safri kepada wartawan, Senin 11 September 2023.

 

 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.