Sebabkan Kebakaran, Kini Pengacara Pengantin Penyebab Kebakaran Bromo Ancam Laporkan Petugas Balai ke Polisi
MALANG, REQNews - Akhirnya kebakaran yang terjadi di kawasan taman nasional tersebut sudah sepenuhnya padam. Namun, petugas gabungan masih melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada api yang muncul di kawasan Gunung Bromo.
Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS Septi Eka Wardhani di Kota Malang, Jawa Timur mengatakan, kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo diperkirakan mencapai 504 hektare.
Total luasan kerusakan akibat kebakaran tersebut merupakan akumulasi beberapa kali kejadian kebakaran di kawasan Gunung Bromo.
"Untuk total luasan area terdampak kebakaran sekitar 504 hektare," kata Septi, Jumat, 15 September 2023.
BB TNBTS masih melakukan evaluasi selama beberapa hari ke depan sebelum memutuskan untuk kembali membuka akses wisata di kawasan taman nasional itu.
Hal tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi benar-benar aman. "Dalam beberapa hari ke depan akan kami lakukan evaluasi. Jika memang sudah dipastikan aman, akan kami buka," terang Septi.
Dugaan sementara, pemicu api berasal dari flare yang dinyalakan sekumpulan pengunjung saat melakukan sesi foto prewedding di lokasi tersebut.
Pelaku juga sudah diamankan kepolisian setempat. Pria calon pengantin yang menggelar foto prewedding itu mulai membuka suara.
Didampingi kuasa hukumnya, pria yang bernama Hendra itu menyampaikan sejumlah hal. Pernyataan tersebut disampaikan terbuka melalui unggahan video di akun Instagram @lensa_berita_jakarta pada Jumat, 15 September 2023.
Menurut Hendra, pada saat prosesi foto prewedding dengan menggunakan flare memang tidak sengaja menyebabkan terbakar lahan disekitarnya.
Meski begitu ia mengklaim sempat berupaya memadamkan api yang ada. "Pada saat kejadian kami juga sudah berusaha mau untuk memadamkan dengan salah satunya mengambil air mineral botol dan segala keterbatasan kami," terang Hendra dikutip dari Liputan6, Sabtu 16 September 2023.
Namun disaat yang bersamaan pula, kondisi bukti tempat Hendra bersama mempelai wanita dan kru foto tengah diterpa angin yang cukup kencang. Situasi itu membuat percikan flare tersebut dengan cepat merambat dan menghabiskan puluhan hektare lahan. Atas kejadian tersebut, ia turut meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk kepada Presiden Jokowi (Joko Widodo).
"Kami memohon sedalam-dalamnya permohonan maaf ini kami tunjukkan kepada seluruh masyarakat adat Tengger, kepada tokoh-tokoh adat Tengger, tokoh masyarakat, pemerintah Tengger dan tak lupa juga kami menyampaikan permohonan maaf ini kepada bapak Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia," kata Hendra.
Hendra juga menyampaikan terima kasih kepada para petugas dan relawan yang sampai hari ini masih berjibaku memadamkan api di kawasan Gunung Bromo.
Sementara, Mustaji sebagai kuasa hukum lima saksi dan seorang tersangka kebakaran Gunung Bromo akibat flare prewedding, mengatakan, pihaknya akan menuntut balik pihak TNBTS ke polisi. Alasannya petugas jaga yang ketika itu bertugas tidak ada yang menerangkan apa saja larangan yang tidak boleh dilakukan di sana.
Bahkan untuk tiket, kita juga sudah membeli melalui online tapi di sana tidak ada satupun rambu-rambu larangan, mana tempat sakral, mana jalur yang boleh dilalui, dan tidak,” terangnya, dikutip dari akun Instagram @mood.jakarta dan @undercover.id pada Sabtu 16 September 2023.
Menurut Mustaji, bahkan di dalam kawasan konservasi wisata TNBTS tidak ada guide yang mengarahkan para pengunjung yang datang.
Pihaknya akan menuntut balik pihak Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sesuai regulasi hukum yang berlaku.
"Ya kita minta untuk mencari keadilan juga, tidak bisa sepenuhnya kebakaran hutan ini menjadi salah dari kedua pasangan pengantin dengan pihak WO nya,” ucapnya.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.