AS Catat Lebih 500 Penembakan Massal Sepanjang 2023
Washington, REQNews.com -- AS mencatat lebih 500 penembakan massal sampai akhir pekan kedua September 2023, atau hampir dua kali penembakan masal setiap hari.
Arsip Kekerasan Senjata (GVA) penembakan ke-500 terjadi di Denver, yang menyebabkan lima orang terluka. Departemen Kepolisian Denver, dalam postingan di X, mengkonfirmasi insiden ini.
Beberapa jam kemudian kepolisian El Paso melaporkan sedang menyelidiki penembakan dini hari di El Paso Timur, yang menewaskan seorang pria berusia 19 tahun dan melukai lima lainnya.
Jumlah korban tewas dari 500 lebih penembakan massal menjadi 501, dengan korban terakhir jatuh di El Paso.
GVA mendefinisikan penembakan massal sebagai insiden insiden penembakan dengan empat orang atau lebih tertembak atau terbunuh, tidak termasuk penembaknya.
Tahun 2021 merupakan tahun dengan jumlah penembakan massal tertinggi dalam sejarah AS, dengan 689 insiden yang dilaporkan. Tahun 2022 turun sedikit menjadi 647 insiden, namun -- menurut catatan Biro Investigasi Federal (FBI) -- jumlah korban tewas lebih tinggi.
Pusat Statistik Pendidikan Nasional (NCES) merilis laporan 188 penembakan di sekolah, dengan korban jiwa pada tahun ajaran 2021-2022 lebih dari dua kali lipat jumlah insiden yang didokumentasikan pada tahun sebelumnya.
Penembakan massal meningkat dalam dekade terakhir. Tahun 2014 penembakan massal berjumlah 273 insiden.
Studi yang diterbitkan Annals of Internal Medicine, Februari 2023 lalu, menunjukan kepemilikan senjata meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan 7,5 juta orang dewasa menjadi pemilik senjata baru antara Januari 2019-April 2021.
Amandemen Kedua Konstitusi AS menjamin hak memiliki senjata, dan sekitar sepertiga orang AS mengatakan mereka secara pribadi memiliki senjata.
Namun, jajak pendapat yang digellar Gallup, Oktober 2022, mengungkapkan mayoritas warga AS mendukung pengendalian senjata, dengan 57 persen mendukung UU senjata yang lebih ketat.
Menurut penelitian Gallup lainnya, Partai Demokrat hampir sepakat mendukung pengendalians enjata. Kurang dari seperempat anggota Partai Republik mendukung peraturan yang lebih ketat.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
