REQNews.com

Gak Ada Ampun! Polisi Periksa 46 Saksi Dugaan TPPU Hingga Korupsi Panji Gumilang

News

Tuesday, 26 September 2023 - 14:32

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang (Foto: Hastina/REQnews)Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Dittipideksus Bareskrim Polri telah memeriksa 46 saksi dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hingga korupsi yang diduga dilakukan pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Panji Gumilang (PG). 

"Penyidik Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap 46 orang saksi," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan pada Selasa 26 September 2023. 

Sebelumnya, kasus dugaan TPPU, korupsi, yayasan, dan penggelapan dana yang diduga dilakukan Panji Gumilang telah naik ke tahap penyidikan sejak 16 Agustus 2023 lalu. 

Ahmad menyebut bahwa mereka yang diperiksa yaitu tujuh orang saksi dari unsur Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) yang menaungi Ponpes Al Zaytun, dari unsur sekolah Madrasah, MI, MTS, dan MA yang ada di bawah naungan YPI. 

Jenderal bintang satu itu menyebut bahwa ada juga saksi dari pihak penerima dan pengirim dana ke YPI maupun Panji Gumilang. 

"Kepala dan bendahara madrasah MI, MTS, MA lima orang. Pihak pengirim dana 15 orang, pihak penerima dana sembilan orang," katanya. 

Lebih lanjut, ada masing-masing satu orang saksi dari pihak swasta, notaris, ahli yayasan, serta instansi Badan Pertanahan Negara (BPN) dari berbagai wilayah. 

"Pihak J Trust investment satu orang, pihak Dukcapil Kabupaten Indramayu satu orang, pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Indramayu satu orang, pihak BPN Bekasi Kota satu orang, pihak notaris satu orang, ahli yayasan satu orang," lanjutnya. 

Panji Gumilang diduga melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang TPPU jo Undang-undang (UU) Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan jo Pasal 372 KUHP terkait penggelapan.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.