REQNews.com

Duh, Pengurus Masjid Ditangkap karena Gelapkan Uang Kurban dan Bunuh WNA Singapura

News

Saturday, 30 September 2023 - 21:03

Ilustrasi orang ditangkap (Foto: Istimewa)Ilustrasi orang ditangkap (Foto: Istimewa)

TANJUNGPINANG, REQNews - Rais Sigit alias RS (37) seorang pengurus masjid di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau,  ditangkap polisi karena melakukan penggelapan uang kurban senilai Rp51 juta.

Ternyata polisi juga menemukan fakta bahwa Rais Sigit memiliki hubungan dengan tewasnya seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura di Kota Batam. Rais Sigit diduga menjadi pembunuhan  warga asing asala Singapura tersebut.

Kejadian pembunuhan ini terungkap setelah Polresta Barelang Batam menerima laporan orang hilang pada Sabtu 16 September 2023.

Penyelidikan mengarahkan mereka ke RS, yang saat itu sudah menjadi tersangka penggelapan uang kurban di salah satu masjid di Tanjungpinang.

Dalam proses interogasi, RS mengakui bahwa dia telah membunuh korban inisial WA (70), seorang Warga Negara Singapura yang juga merupakan teman akrabnya.

"Setelah dilakukan pendalaman, kami menemukan fakta bahwa tersangka telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap WNA asal Singapura, tempat kejadiannya di Batam, " ujar Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, M Darma Ardiyaniki.

Diketahui, korban tewas dalam mobil setelah lehernya dijerat oleh pelaku, dan jenazahnya dibuang di Jembatan Tiga Barelang Batam.

Menurut Darma, pelaku melakukan pembunuhan ini setelah melarikan diri ke Kota Batam, menyusul penggelapan uang sapi kurban di salah satu masjid di Kota Tanjungpinang.

Motifnya nampaknya adalah untuk menguasai harta benda korban, dengan ATM dan handphone korban juga diambil.

Saat ini, tersangka akan dibawa ke Mapolresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

RS, berhasil diringkus oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Tanjungpinang setelah melarikan diri ke Kota Batam. Ia juga terbukti melarikan uang kurban dari 16 peserta di masjid.

\

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.