Masyarakat Gak Bakal Tolak Investasi Rempang Eco City, Karena Bikin Sejahtera!
JAKARTA, REQnews - Investasi di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau diyakini akan berdampak besar bagi ekonomi nasional dan khususnya ekonomi masyarakat di Pulau Rempang. Diketahui Pulau Rempang akan dikembangkan sebagai kawasan ekonomi khusus bernama Rempang Eco City, di mana salah satu di dalamnya adalah pabrik produsen kaca China, Xinyi Glass Holdings Ltd dengan lahan 2.000 hektare (ha)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, investasi tersebut diperlukan untuk menggerakkan roda ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi mengatakan investasi di Pulau Rempang diyakini tidak akan ditolak oleh masyarakat setempat karena berdampak pada kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.
Untuk itu, kata dia, pemerintah harus meyakinkan masyarakat setempat terkait masa depan mereka, baik itu lapangan kerja, ganti rugi rumah hingga lahan bertani mereka. “Kalau bicara investasi masuk, saya yakini bahwa tidak ada penolakan. Karena kalau bicara investasi itu kan akan berdampak juga ke masyarakat sekitar, tapi kalau saya melihat Rempang ini harus ada keberpihakan kepada komunitas lokal dalam hal ini masyarakat setempat,” kata Intan Fauzi, Minggu 1 Oktober 2023 di Jakarta.
“Negara kita negara besar, jadi saya yakin dengan investasi itu harus berdampak bagi penyerapan tenaga kerja, kemudian bagi community development, artinya perekonomian lingkungan di sana itu harus tumbuh,” ujarnya.
Diketahui, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang tepat untuk investasi karena didukung dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat. Sebabnya, pemerintah lewat Menteri Bahlil harus memastikan hak masyarakat yang akan direlokasi, serta memastikan lapangan kerja yang layak bagi mereka.
“Jadi kalau bicara masyarakatnya, saya yakin tidak ada penolakan. Jadi menurut saya tidak perlu khawatir karena Indonesia ini laku kok, artinya yang penting adalah pemerintah bisa menjaga, di satu sisi investasi masuk untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia tapi di sisi lain ini berdampak positif bagi masyarakat,” ucapnya.
Politikus PAN ini menjelaskan relokasi atau ganti rugi yang dilakukan oleh pemerintah sejauh ini tidak pernah mengecewakan. Sebut saja investasi jalan tol yang dilakukan oleh para investor, pemerintah tetap menekankan agar masyarakat yang terkena dampak atas investasi harus mendapat kompensasi yang sepada bahkan lebih. “Kalau bicara yang namanya investasi dalam bentuk apa pun Indonesia sudah banyak melakukan, misalnya infrastruktur jalan, jalan tol selama ini pembebasan lahan sebagainya kan memang sudah ada aturannya, tidak ada kata ganti rugi yang ada ganti untung,” kata Intan.
“Pohon pagar saja dihitung. Jadi, di satu sisi antara pengusaha atau masuk di investasi itu jelas, tapi di sisi lain agreement komitmen antara pengusaha dengan rakyat setempat juga harus jelas, harus konkret,” kata Intan
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Investasi, Rizal Calvary Marimbo mengungkapkan hasil kunjungan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia pada 17-18 September 2023 di Pulau Rempang. Diantaranya hampir separuh warga bersedia untuk berpindah tempat dan Kondisi di Rempang juga semakin kondusif sehingga investasi akan terus dilanjutkan.
Rizal mengatakan sejumlah langkah sudah dilakukan guna mengatasi gejolak di Pulau Rempang. salah satunya melalui pendekatan komunikasi secara kekeluargaan bersama tokoh masyarakat dan warga setempat.
Dari hasil komunikasi pemerintah dan masyarakat, nantinya 900 KK yang terdampak hanya akan digeser ke sisi lain di pulau Rempang. Selain itu juga akan dibangun rumah tipe 45 hingga layanan masyarakat seperti klinik kesehatan, sekolah,rumah ibadah hingga Tempat pelelangan ikan.
Namun pemerintah meminta pihak-pihak lain untuk tidak memperkeruh suasana dan memprovokasi warga Rempang. Dimana investasi ini penting untuk mendorong penciptaan lapangan kerja
Redaktur : Mulyono
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.