REQNews.com

Bahlil Sebut Masyarakat Masih Lebih Percaya Isu Liar di Sosmed Perihal Rempang

News

Tuesday, 03 October 2023 - 04:00

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto:Instagram)Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto:Instagram)

JAKARTA, REQnews - Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan jika banyak informasi liar yang beredar terutama perihal rencana investasi di Pulau Rempang. 

Ia menyayangkan masyarakat yang lebih mempercayai informasi liar terkait proyek Pulau Rempang yang beredar luas di media sosial dibandingkan pernyataan resmi pemerintah. 

"Banyak sekali di sosmed yang beredar, kadang-kadang rakyat kita ini lebih mempercayai sosmed daripada berita benar," kata Bahlil dikutip dari kanal YouTube TVR PARLEMEN, Senin 2 Oktober 2023. 

Bahlil mencontohkan narasi liar terkait proyek Rempang Eco City yaitu tentang perusahaan asal China Xinyi Glass Holding Ltd yang bisa membangun industri sebesar 11,6 miliar dolar AS. 

Proyek tersebut memiliki beberapa item yakni, kawasan industri yang terintegrasi, pabrik pemrosesan pasir silica, industri soda abu, industri kaca panel tata surya, industri kaca float, industri silikon, industri polisilikon, industri sel modul surya, serta infrastruktur pendukungnya

"(Proyek) 11, 6 Miliar dollar AS ini bukan hanya bikin pabrik kaca, ini bagian yang akan kita bangun, ini suatu ekosistem besar. Dan perusahaan ini bukan hanya Xinyi, tapi memang dia yang berada di depan, tapi ada perusahaan lain," kata Bahlil.

Tidak hanya itu, dalam rapat kerja bersama Komisi VI pada 2 Oktober 2023, Bahlil juga menegaskan jika pihaknya telah berdiskusi dengan perwakilan warga di Pulau Rempang beberapa waktu lalu.

Diskusi tersebut menghasilkan 6 hal kesepakatan dari warga Rempang. Pertama, warga Rempang tidak menolak investasi. Justru mereka menyambut baik.

"Mereka tidak menolak investasi. Mereka sampai mengatakan kiamat 5 kali pun, Rempang ini tidak jalan kalau tidak ada investasi. Jadi mereka welcome dan saya bangga dengan mereka," kata Bahlil.

Sementara kesepakatan lainnya yaitu meliputi pemerintah dan investor diminta menghargai eksistensi masyarakat Kampung Melayu. Kemudian mereka juga menokan relokasi ke pulau Galang. 

"Mereka maunya di Kampung yang di Rempang, karena mereka orang Rempang bukan orang pulau Galang," kata Bahlil. 

Lalu, warga meminta haknya dengan jelas serta ingin diikutsertakan dalam pengembangan kawasan. 

"Investasi ini bukan hanya rakyat jadi pekerja melainkan ikut mengambil bagian sebagai objek dan subjek daripada investasi itu, mungkin mereka bisa jadi pengusahanya, kontraktornya, suppliernya," kata Bahlil.

Mereka juga ingin pengembangan Kawasan Rempang tidak menghilangkan mata pencaharian warga yaitu nelayan. 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.