REQNews.com

Innalillahi... Bocah di Bekasi yang Mati Batang Otak Diduga Akibat Malpraktik Akhirnya Meninggal Dunia

News

Monday, 02 October 2023 - 22:10

Ilustrasi Anak SakitIlustrasi Anak Sakit

BEKASI, REQnews - Bocah inisial A (7 tahun) yang mengalami mati batang otak usai operasi amandel di Rumah Sakit Kartika Husada Jatiasih, Bekasi, akhirnya meninggal dunia. A diduga menjadi korban malpraktik.

Kabar meninggalnya A ini telah dikonfirmasi oleh ayah korban. "Betul, anak saya sudah meninggal dunia," kata ayah A, Albert, dikutip Senin, 2 Oktober 2023.

Diungkap Albert, anaknya meninggal dunia pada Senin, sekitar pukul 18.45 WIB. Kabar ini juga dikonfirmasi oleh kuasa hukum keluarga A, Cahaya Christmanto.

"Iya (meninggal dunia), saya telepon orangtuanya dari jam 17.00 WIB, tidak angkat lalu saya tunggu di grup orangtua A, pak Albert langsung menyampaikan bahwa anaknya sudah berpulang," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, A divonis mati batang otak usai menjalani operasi amandel di RS Kartika Husada Jatiasih Bekasi.

"Dijadwalkan tindakan operasi pukul 12.00, akan tetapi ditunggu pukul 12.00 belum datang, jadi istri saya berpikir bisa dia mandi sebentar, pada saat dia masih mandi tiba-tiba perawat datang untuk membawa anak saya ke ruang operasi tanpa istri saya ketahui," jelas Albert.

Albert bercerita, istrinya terkejut mengetahui anaknya tidak ada di kamar rawat dan sudah dipindahkan ke ruang operasi.

"Istri saya mendapatkan lokasi ruang operasi, akan tetapi anak saya sudah berada di dalam ruang operasi dan istri saya sudah tidak dijinkan masuk atau menemui anak saya," kata Albert.

Istri Albert lalu diberikan kertas untuk ditandatangani sebelum A menjalani operasi amandel.

"Istri disodorkan form untuk ditandatangani, dikarenakan sedang panik jadi dia hanya tanda tangan tanpa benar-benar paham apa isi form tersebut," lanjutnya.

Dari pukul 12.30 WIB, A menjalani operasi selama satu jam. Setelah itu, dokter THT memberikan informasi operasi berjalan lancar. Selanjutnya, dari penuturan Albert, dokter anestesi yang mengambil alih untuk menyadarkan kembali anaknya.

"Tetapi di saat itu anak saya terlihat kesusahan dalam mengambil napas karena terlihat anak saya berusaha mengambil napas lewat mulutnya sekitar tiga kali seperti orang mendengkur keras," jelas Albert.

A kemudian mengalami henti napas dan henti jantung. Dokter anestesi dan perawat langsung melakukan resusitasi jantung dan memasang ventilator.

Sejak saat itu, kondisi A terus mengalami penurunan hingga dinyatakan GCS (Glasgow Coma Scale) atau mati batang otak.

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.