Kualitas Udara Memburuk, Malaysia Desak Indonesia Hentikan Kebakaran Hutan
Kuala Lumpur, REQNews.com -- Malaysia, Kamis 5 Oktober, mendesak Indonesia bertindak menyusul kualitas udara yang memburuk di Semenanjung Malaya kaibat kebakaran hutan.
"Kami berkirim surat ke pemerintah Indonesia dan mendesak mereka agar mengambil tindakan mengatasi masalah ini," kata Nik Nazmi Nik Ahmad, menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia.
"Kita tidak bisa terus menganggap kabut asap sebagai sesuatu yang hormal," lanjutnya.
Ia juga mengatakan sebagian besar titik api kebakaran hutan terindikasi berada di Indonesia. Kuala Lumpur juga mengirim surat kepada perusahaan perkebunan sawit milik Malaysia yang beroperasi di Indonesia, untuk memstikan mereka mematuhi hukum dan mencegah kebakaran.
Kualitas udara di Malaysia mencapai tingkat tidak sehat di beberapa wilayah Malaysia dalam beberapa hari terakhir, dan Kuala Lumpur menyalahkan kebakaran hutan di Indonesia. Namun, Jakarta membantah adanya asap yang melintasi perbatasan menuju Malaysia.
Hampir setiap kemarau asap kebakaran hutan untuk pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dan pulp di Indonesia menyelimuti sebagain besar wilayah Malaysia, dan menimbulkan risiko kesehatan masyarakat, serta mengkhawatirkan operator wisata dan maskapai penerbangan. Banyak perusahaan perkebunan milik investor asing dan tercatat di bursa asing.
Kebakaran hutan 2015 dan 2019 menyebabkan kabut asap di seluruh Malaysia. Saat itu, jutaan hektar hutan terbakar dan menghasilkan emisi yang memecahkan rekor, menurut ilmuwan.
Malaysia juga menyeru tindakan bersama ASEAN, melalui undang-undang dan perjanjian, untuk mencegah kabut asap tahunan. "Saya berharap setiap negara terbuka dan mencari solusi, karena dampak kabut asap sangat besar terhadap perekonomian, pariwisata, dan kesehatan," kata Nik Ahmad.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.