Sedih! Dini Sempat Tinggalkan Pesan Terakhir Sebelum Dianiaya Pacar Hingga Tewas
JAKARTA, REQnews - Kabar tewasnya DSA (29), seorang ibu asal Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), tengah menyita perhatian publik.
DSA diduga dianiaya seorang anak anggota DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, berinisial RT (31).
Ternyata sebelum tewas, korban yang merupakan ibu tunggal itu sempat mengirim pesan suara kepada keluarga.
"Voice note (pesan suara) korban saat dilakukan penganiayaan si RT ini kami ada," kata Kuasa hukum keluarga korban Dimas Yemahura kepada awak media di Gedung Graha Pena Surabaya, Kamis 5 Oktober 2023.
Namun demikian, kata Dimas, pesan suara itu akan segera diserahkan jika polisi serius dalam menyelidiki kematian DSA itu.
"Memang tidak kami share dan tunjukan, sebelum proses hukum dijalani serius," katanya.
Selain itu, korban juga sempat mengungkapkan keinginannya untuk pulang ke rumah. Diduga korban tak tahan lagi dengan perlakuan RT.
Dia mengaku tengah mengalami sakit di beberapa bagian tubuhnya.
"Korban sempat menghubungi keluarganya, tapi dengan alasan yang bersangkutan sakit. Dan keluarganya tahu anaknya memar," ucap Dimas.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce menyebut, pihaknya telah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, yaitu RT yang tak lain kekasih korban.
RT diketahui merupakan warga Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT). RT juga anak dari anggota DPR RI Edward Tannur.
"Korban dan tersangka GRT, mereka berdua menjalin hubungan sejak bulan Mei 2023, kurang lebih lima bulan," kata Pasma, di Mapolrestabes Surabaya, Jumat 6 Oktober 2023.
Lalu, tersangka diduga telah menganiaya korban usai pesta minuman keras. Akibat penganiayaan itu korban meninggal.
"Ya mereka berdua minum minuman keras. Kalau motif kami masih pendalaman," katanya.
Akibat perbuatannya, pelaku terancam hukuman 12 tahun penjara.
"Ancaman maksimal hukuman 12 tahun penjara. Dengan tindakan yang sudah kami lakukan, penyidik tersangka telah kami lakukan penahanan sebagaimana dalam surat perintah penahanan," katanya.
Pihak kepolisian saat ini telah mengumpulkan bukti-bukti rekaman CCTV di beberapa tempat, salah satunya di lokasi hiburan.
Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi dan menyelidiki bukti-bukti.
"(CCTV) tempat korban sedang hiburan dengan pasanganya (diskotek), lobi dia datang dan meninggalkan lokasi, tempat korban tinggal (apartemen), dan ketika akan dibawa ke rumah sakit," ucapnya.
Redaktur : Tia Heriskha
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.