Terjangkit Jerusalem Syndrome, Wisatawan AS Hancurkan Dua Patung Romawi di Museum Israel
Jerusalem, REQNews.com -- Kepolisian Israel, Kamis 5 Oktober, menangkap seorang wisatawan AS yang merusak dua patung Romawi di Museum Israel. Jerusum Syndrome, atau Sindroma Jerusalem, disebut sebagai penyebabnya.
Polisi mengatakan tersangka pelaku pengrusakan menyebut potongan patung Romawi itu sebagai berhala yang disembah, dan itu bertentangan denagn Taurat -- lima kitab pertama dalam kitab suci Ibrani.
"Ini kasus pengrusakan warisan budaya yang mengejutkan," kata Eli Escusido, kepala Badan Kepurbakalaan Israel. "Kami sangat prihatin dengan kenyataan bahwa ekstremis agama mengambil tindakan seperti itu."
Menurut Escusido, salah satu yang dirusak adalah patung marmer Minerva dari abad kedua. Patung ditemukan tahun 1978 di Tel Naharon, dekat Beit She-an.
Patung kedua adalah griffin yang memegang roda nasib, melambangkan Nemesis -- dewa Romawi-Mesir yang ditemukan tahun 1957 di utara Gurun Negev.
Polisi mengidentifikasi pelakunya sebagai wisatawan Yahudi-AS radikal, berusia 40 tahun, yang namanya belum dipublikasikan. Tersangka diperintahkan menjalani evaluasi kejiwaan.
Pengacara Nick Kaufman membantah kliennya merusak dua patung itu karena fanatisme agama. Kaufman menyebut Jerusalem Syndrom, atau Sindroma Jerusalem, sebagai penyababnya.
Times of Israel menulis Jerusalem Syndrome adalah istilah untuk delusi atau psikosis bertema agama, yang dipicu kunjungan ke Yerusalem -- kota suci bagi tiga agama; Yahudi, Kristen, dan Muslim.
Kondisi ini dapat mempengaruhi pengunjung yang sebelumnya tidak menunjukan tanda-tanda penyakit mental. Namun, Sindroma Jerusalem akan hilang setelah seseorang meninggalkan Yerusalem.
Setiap tahun puluhan wisatawan dikabarkan mengalami masalah mental yang mirip dengan Jerusalem Syndrome. Yang tidak diketahui adalah bagaimana mengindentifikasi Jerusalem Syndrome.
Sebelumnya, PM Israel Benjamin Netanyahu mengecam perilaku menghina terhadap agama apa pun. Kecaman disampaikan setelah sebuah video yang memperlihatkan orang-orang Yahudi ultra Ortodoks meludahi orang-orang Kristen di kota tua Yerusalem. Lima orang ditangkap atas insiden itu.
Februari tahun lalu, turis Yahudi-AS merobohkan dan merusak patung Yesus di Gereja Flagellation di Via Dolorosa di kota tua Yerusalem. Di luar kota tua, tapi masih di Yerusalem, beberapa batu nisan Kristen di pemakaman Gunung Zion dirusak dua pemuda Yahudi.
Apakah tindakan-tindakan terakhir masuk kategori Jerusalem Syndrome? Itu yang tidak dijelaskan.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
