REQNews.com

Klub Bola yang Diduga Terlibat Suap Pengaturan Skor Naik ke Liga 1, Polri: 2023 Masih Bermain

News

Thursday, 12 October 2023 - 16:45

Pemain sepak bola (Foto: Ilustrasi)Pemain sepak bola (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Kasatgas Anti Mafia Bola Polri Irjen Asep Edi Suheri mengatakan bahwa hingga saat ini Klub Y yang diduga terlibat dalam kasus dugaan suap pengaturan skor atau match-fixing pertandingan Liga 2 Indonesia naik ke Liga 1. 

"Pada akhirnya Klub Y menang dan naik. Dalam beberapa pertandingan memang Klub Y ini menang. Kecuali 1, dan naik untuk ke Liga 1. Kalau nggk salah dari 8 itu 1 yang kalah. Tapi dari 7 itu menang semua," kata Asep dalam konferensi pers di Mabes Polri pada Kamis 12 Oktober 2023. 

"Saat ini di 2023 ya masih di Liga 1. Jadi perlu diketahui dari 2018 sampai 2023 berarti ada pertandingan kan. Namun kan di tahun 2020-2021 akhir itu kan kita tidak ada pertandingan. Jadi mulai lagi di 2021 akhir," katanya. 

Satgas Anti Mafia Bola Polri kembali menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. 

Mereka adalah VW dan DR yang berperan sebagai pihak yang pemberi suap dalam pertandingan antara Klub X dan Klub Y, agar Klub Y memenangkan pertandingan. 

Jenderal bintang dua itu menyebut bahwa modus operandi yang dilakukan para tersangka yaitu menjanjikan sesuatu, memberikan sesuatu imbalan kepada para wasit agar bisa memenangkan salah satu klub. 

"Sampai saat ini terdata kurang lebih sekitar Rp800 juta, kalau pengakuan mungkin bisa Rp1 miliar lebih. Tapi yang terdata sesuai fakta yang kita dapat ada Rp800 juta," ujarnya. 

Diketahui, sebelumnya Satgas Anti Mafia Bola Polri telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. 

Mereka adalah K selaku LO wasit, A selaku kurir pengantar uang, M selaku wasit tengah, E selaku asisten wasit 1, R selaku asisten wasit 2 dan A selaku wasit cadangan.  

Sehingga total tersangka hingga kini berjumlah delapan orang. Polri pun saat ini masih mendalami dalang dari kasus tersebut.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.