REQNews.com

Akui Alami Kendala Tangkap Gembong Narkoba Fredy Pratama, Brigjen Mukti: Sulit Bos, Ojo Kesusu..

News

Kamis, 19 Oktober 2023 - 12:31

Fredy Pratama Gembong Narkoba Kelas KakapFredy Pratama Gembong Narkoba Kelas Kakap

JAKARTA, REQnews - Polri mengakui mengalami kendala, karena menangkap gembong narkoba jaringan internasional Fredy Pratama yang saat ini masih buron, tidaklah mudah. 

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut dan berupaya menangkap Fredy Pratama. 

"Saya masih kembangkan, jangan dikejar kejar jangan kaya (menangkap) Fredy emang gampang, kalau gampang udah ketangkap bos," kata Mukti kepada wartawan di Mabes Polri pada Rabu 18 Oktober 2023. 

Jenderal bintang satu itu menjelaskan salah satu hal yang membuat pihaknya kesulitan menangkap Fredy yaitu karena memiliki mertua kartel narkoba di Thailand. 

"Saya bilangin ya, Fredy itu mertuanya kartel di Thailand, sulit bos, gak segampang itu," kata Mukti. 

Lebih lanjut, ia pun meminta masyarakat tetap bersabar terkait penangkapan gembong narkoba asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan tersebut. 

"Makannya pelan-pelan tapi pasti, jangan buru-buru, ojo kesusu," ujarnya. 

Diketahui, Bareskrim Polri sebelumnya mengungkap kasus peredaran narkoba jaringan internasional Fredy Pratama alias Miming alias Cassanova. 

Dalam kasus tersebut, Bareskrim turut menyita total sebanyak 10,2 ton sabu yang terafiliasi jaringan Fredy Pratama di Indonesia selama periode 2020-2023. 

Berdasarkan barang bukti yang ada, sosok Fredy Pratama disebut masuk sebagai salah satu sindikat penyalur narkotika terbesar di Indonesia. 

Dari hasil analisa Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri, didapati bahwa mayoritas narkoba di Indonesia terafiliasi dengan jaringan Fredy. 

Setiap bulannya, sindikat Fredy disebut mampu menyelundupkan sabu dan ekstasi masuk ke Indonesia dengan jumlah mulai dari 100 kilo sampai 500 kilo dengan modus operandi menyamarkan sabu ke dalam kemasan teh.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.