REQNews.com

AS Ketar Ketir Lihat Perkembangan Nuklir Cina, Bahkan Ada yang Bisa Jangkau Alaska

News

Friday, 20 October 2023 - 16:01

Ilustrasi Nuklir Cina (Foto: Istimewa)Ilustrasi Nuklir Cina (Foto: Istimewa)

WASHINGTON D.C, REQNews - Perkembangan nuklir Cina membuat Amerika Serikat ketar ketir, oleh karenanya AS semakin mewaspadai Cina sebagai negara yang memproduksi senjata nuklir.

Negeri tirai bambu tersebut diketahui telah membangun persenjataan nuklirnya melampaui proyeksi sebelumnya.

Dalam laporan yang dikutip The Guardian, hal itu diungkapkan dalam sebuah laporan Pentagon yang dirilis pada Kamis 19 Oktober 2023.

Ekspansi besar-besaran Cina dilakukan setelah mengambil pelajaran dari perang Rusia di Ukraina tentang seperti apa konflik yang terjadi di Taiwan.

Pentagon juga mengingatkan bahwa ada dugaan Cina sedang mengembangkan sistem rudal antarbenua baru dengan menggunakan senjata konvensional yang, jika digunakan, akan memungkinkan Beijing “mengancam serangan konvensional terhadap sasaran di benua Amerika, Hawaii, dan Alaska.

Laporan soal Tiongkok ini muncul sebulan sebelum pertemuan antara pemimpin Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Joe Biden di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di San Francisco.

Laporan tahunan tersebut, yang diwajibkan oleh Kongres, adalah salah satu cara Pentagon mengukur pertumbuhan kemampuan militer Cina, yang oleh pemerintah AS dianggap sebagai ancaman utama di kawasan dan tantangan keamanan jangka panjang utama Amerika.

Namun setelah serangan Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober, AS terpaksa kembali fokus pada Timur Tengah, dan bukannya fokus pada kawasan Pasifik untuk melawan pertumbuhan Tiongkok.

AS mengirimkan senjata ke Israel sambil terus mendukung dan mengirimkan amunisi ke Ukraina dalam perjuangan 20 bulannya untuk mengusir invasi Rusia.

Namun, strategi pertahanan nasional Pentagon dibentuk berdasarkan anggapan bahwa Tiongkok masih menjadi tantangan keamanan terbesar bagi AS, dan bahwa ancaman dari Beijing akan menentukan bagaimana militer AS diperlengkapi dan dibentuk untuk masa depan.

Laporan Pentagon ini didasarkan pada peringatan militer pada tahun 2022 bahwa Tiongkok memperluas kekuatan nuklirnya jauh lebih cepat daripada perkiraan para pejabat AS, dan menyoroti penumpukan kekuatan militer yang luas dan semakin cepat yang dirancang untuk memungkinkan Beijing menyamai atau melampaui kekuatan global AS pada pertengahan abad.

Laporan tahun lalu memperingatkan bahwa Beijing dengan cepat memodernisasi kekuatan nuklirnya dan berada di jalur untuk melipatgandakan jumlah hulu ledak yang dimilikinya menjadi 1.500 pada tahun 2035. AS memiliki 3.750 hulu ledak nuklir aktif.

Laporan tahun 2023 menemukan bahwa Beijing sedang bersiap untuk mengerahkan lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030, melanjutkan modernisasi cepat yang bertujuan untuk memenuhi tujuan Xi untuk memiliki militer “kelas dunia” pada tahun 2049.

Setelah laporan sebelumnya, Tiongkok menuduh AS meningkatkan ketegangan dan Beijing mengatakan pihaknya masih berkomitmen pada kebijakan “jangan gunakan senjata nuklir terlebih dahulu”.

Pentagon tidak melihat adanya indikasi bahwa Tiongkok akan menjauh dari kebijakan tersebut namun menilai mungkin ada beberapa keadaan di mana Tiongkok mungkin menilai kebijakan tersebut tidak berlaku, kata seorang pejabat senior pertahanan AS tanpa memberikan rincian. Pejabat tersebut memberi pengarahan kepada wartawan pada hari Rabu dengan syarat anonim sebelum laporan tersebut dirilis.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.