Bertahan Ketika Blokade, Ini Rahasia Sumber Keuangan Hamas!
JAKARTA, REQnews - Israel dan Hamas sudah bertempur selama 18 hari sejak hari pertama berperang pada 7 Oktober 2023. Hingga saat ini keduanya masih terus berperang tanpa adanya gencatan senjata.
Perang yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama tentu memakan banyak biaya. Ketika blokade terjadi, dari mana sumber finansial Hamas?
- Yayasan Amal
Pengamat memprediksi organisasi tersebut memiliki anggaran operasional sebesar ratusan juta dolar. Sementara itu Pakar politik dari Universitas New York, Victor Asal, menegaskan jika Hamas memiliki sayap organisasi yang fokus untuk menggalang dana.
Mengutip dari Business Insider, Hamas disebut memiliki dua sayap. Terdiri dari layanan sosial dan militer, dan sayap sosial yang aktif penggalangan dana.
"Hamas punya dua sayap [organisasi]. Mereka punya sayap layanan sosial dan militer, dan sayap sosial yang aktif dalam menggalang dana," kata Asal kepada Business Insider, Rabu 23 Oktober 2023.
Selanjutnya, akan ada penyaluran ke pihak militer. Badan amal ini juga menyalurkan dana ke warga yang membutuhkan.
- Kucuran dana dari Iran
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) sempat mengemukakan jika pihaknya melaporkan Hamas karena menerima pelatihan, pendanaan dan senjata dari Iran.
Mengutip dari NDTV, 70 persen total dana yang diterima Hamas dari Iran. Hal ini merupakan wujud dukungan internasional dari negara Persia ini. Iran disebut berkontribusi US$70 juta (sekitar Rp1,1 triliun) hingga US$100 juta (sekitar Rp1,5 triliun) per tahun ke Hamas.
"Dengan Iran ini memungkinkan mereka memperluas jangkauan melampaui batas negara mereka untuk melemahkan musuh. Ini memungkinkan mereka untuk terus berperang sampai ke negara Arab terakhir," kata Mantan analis intelijen kontraterorisme dari Biro Investigasi Federal AS Matthew Levitt.
- Pencucian uang dan kripto
Levit juga mengemukakan jika Hamas bergantung dengan transaksi mata uang kripto dan pencucian uang berbasis perdagangan. Hal inilah yang membuat dana mereka tidak mudah dilacak.
- Pajak dan perampokan
Sementara itu Levitt juga mengemukakan jika Hamas mengawasi apapun yang melintas perbatasan Jalur Gaza dan menguasai ekonomi di kawasan itu.
"Jika ada penyelundupan ke terowongan, Hamas mengenakan pajak atas terowongan tersebut," kata Levitt.
Biaya apapun bisa masuk seperti bantuan kemanusiaan yang bisa masuk dari wilayah Israel bisa dikenakan pajak dan pemerasan.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.