REQNews.com

Thailand akan Jadi Negara Asia Tenggara Pertama yang Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

News

Friday, 27 October 2023 - 22:30

Bangkok, REQNews.com -- PM Thailand Srettha Thavisin pekan depan akan mengajukan rancangan undang-undang yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Dalam postingan di X, Kamis 26 Oktober, Thavisin kabinetnya akan membahas RUU kesetaraan pernikahan pekan depan. Jika kabinet memberikan persetujuan, RUU akan dibawa ke parlemen, Desember 2023.

"Saya melihat ini penting agar masyarakat menjadi lebih setara," kata Thavisin. "Saya akan melengkapi RUU Perkawinan dengan dua undang-undang lagi; yang satu mengizinkan transgender mengubah gender berdasarkan dokumen resmi, lainnya melegalkan prostitusi."

RUU kesetaraan pernikahan kemungkinan hanya akan mendapat sedikit penolakan di parlemen. Koalisi sebelas partai Thavisin mendukung RUU itu, begitu pula alinasi delapan partai pimpinan oposisi Pita Limjaroenrat, yang berjanji menerapkan UU serupa setelah memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan umum, Mei 2023.

Thailand adalah rumah bagi subkultur gay yang berkembang pesat. Parade Bangkok Pride tahun ini, misalnya, menarik 50 ribu peserta. Namun UU Thailand masih konservatif dan tidak mengakui persatuan sipil atau hidup bersama pasangan sesama jenis.

Meski marak di sekujur Bangkok, prostitusi adalah ilegal di Thailand. Padahal, pariwisata Thailand berkembang berkat bisnis prostitusi terbuka di bar-bar dan tempat wisata.

Thailand tidak mengakui perubahan jenis kelamin, tapi terdapat 315 ribu transgender di Thailand saat ini.

Di Malaysia dan Myanmar, dua tetangga langsung Thailand, homoseksualitas dapat dihukum penjara. Tidak ada pernikahan sesama jenis di kedua negara itu. Saat ini baru dua negara Asia yang memberikan hak hukum untuk pasangan sesama jenis, yaitu Taiwan dan Nepal.

Thavisin mengatakan pemerintah juga telah memerintahkan pembentukan komite kerja untuk memajukan isu-isu kesetaraan gender, dan mendorong Thailand menjadi tuan rumah Festival World Pride 2028.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.