Serikat Pekerjanya Bela Palestina, Starbucks Murka Ajukan Gugatan
SEATTLE, REQNews – Toko kopi franchise Starbucks menggugat serikat pekerja karena mengorganisir para pekerjanya mendukung Palestina.
Sebelumnya, Starbucks Workers United membuat postingan media sosial pro-Palestina di akun serikat pekerja di awal perang Israel-Hamas, yang membuat marah ratusan pelanggan dan merusak reputasi perusahaan.
Starbucks mengatakan mereka menerima lebih dari 1.000 keluhan mengenai postingan serikat pekerja tersebut.
Raksasa kopi yang memiliki toko di seluruh dunia ini mengatakan para pekerjanya harus menghadapi pelanggan yang bermusuhan dan menerima panggilan telepon yang mengancam.
Para pengacau menggambar bentuk Bintang Daud dan swastika di jendela toko Starbucks Rhode Island.
Starbucks menggugat dengan pelanggaran merek dagang, menuntut Workers United berhenti menggunakan nama Starbucks Workers United untuk cabang yang mengorganisir para pekerja perusahaan kopi tersebut.
Starbucks juga ingin serikat itu berhenti menggunakan logo melingkar berwarna hijau yang menyerupai logo Starbucks.
Pada tanggal 9 Oktober, dua hari setelah Hamas menyerang Israel selatan, Serikat Pekerja Starbucks memposting “Solidaritas dengan Palestina!” di X, (sebelumnya Twitter).
Workers United, afiliasi dari Service Employees International Union yang berbasis di Philadelphia, mengatakan bahwa postingan tersebut muncul tidak lebih dari 40 menit sebelum dihapus.
Namun postingan dan retweet dari cabang lokal Starbucks Workers United yang mendukung warga Palestina dan mengecam Israel masih terlihat pada Rabu pekan lalu di X, dan banyak dikomentar oleh para pengguna, yang suaranya terbagi dua.
Starbucks yang berbasis di Seattle mengajukan gugatannya ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan Lowa, dengan menyatakan bahwa Serikat Pekerja Starbucks di Lowa City termasuk di antara mereka yang mengunggah pesan-pesan pro-Palestina.
Dalam surat yang dikirim ke Workers United pada 13 Oktober, Starbucks meminta serikat pekerja tersebut berhenti menggunakan nama dan logo serupa.
Dalam tanggapannya, Workers United mengatakan, akun Starbucks Workers United di X dengan jelas mengidentifikasinya sebagai serikat pekerja.
“Starbucks berupaya mengeksploitasi tragedi yang sedang berlangsung di Timur Tengah untuk mendukung kampanye anti-serikat pekerja,” tulis Presiden Serikat Pekerja Lynne Fox dalam suratnya kepada Starbucks, melansir Japan Today, Jumat, 3 November 2023.
Terkait postingan pro-Palestina tersebut, beberapa anggota parlemen, termasuk Senator Republik Rick Scott dari Florida, menyerukan boikot terhadap Starbucks.
“Jika Anda pergi ke Starbucks, Anda mendukung pembunuhan terhadap orang-orang Yahudi,” kata anggota Partai Republik di negara bagian Florida, Randy Fine
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.