REQNews.com

Xi Jinping Minta Perempuan Cina Menikah dan Punya Anak

News

Monday, 27 November 2023 - 00:05

Presiden China Xi Jinping (Foto:Antara)Presiden China Xi Jinping (Foto:Antara)

BEIJING, REQNews - Presiden Xi Jinping meminta para perempuan Cina menikah dan membina keluarga karena jumlah penduduk terus berkurang, sedangkan Cina memerlukan angkatan kerja yang banyak.

Cina diketahui tengah mengalami resesi seks yang melanda negara itu dan meresahkan  Xi Jinping.

Dalam pertemuan baru-baru ini, Xi mengatakan perempuan memiliki peran "unik" dalam mengembalikan kehidupan berkeluarga di Cina.

"Kita perlu membimbing perempuan untuk memainkan peran unik mereka dalam meneruskan nilai-nilai tradisionl bangsa Cina, membangun tradisi keluarga yang baik, dan menciptakan tren baru dalam peradaban keluarga," kata Xi, dikutip Radio Free Asia, Kamis 23 November 2023.

Xi menilai anak-anak bisa tumbuh sehat hanya saat berada di keluarga yang harmonis, pendidikan keluarga yang baik, dan tradisi keluarga yang benar.

"Penting untuk “secara aktif menumbuhkan budaya baru dalam pernikahan dan melahirkan anak serta memperkuat bimbingan terhadap pandangan generasi muda tentang pernikahan, persalinan dan keluarga,” katanya.

"Kita perlu secara aktif menumbuhkan budaya baru dalam pernikahan dan melahirkan anak," ujar dia.

Xi juga mengatakan perempuan harus dimobilisasi untuk berkontribusi terhadap modernisasi Cina.

Lebih lanjut, Xi menerangkan pihak berwenang Cina perlu membimbing generasi muda soal pernikahan dan melahirkan anak.

Seruan Xi muncul sebagai upaya untuk menanggulangi resesi seks di Cina.

Jumlah pasangan di China yang menikah anjlok hampir 56 persen selama sembilan tahun terakhir.

Pada Mei 2021, Cina juga mengumumkan rencana baru untuk meningkatkan angka kelahiran yang lesu dan membalikkan angka populasi lanjut usia yang tinggi.

Pemerintah Cina juga meningkatkan batas secara resmi jumlah anak per pasangan tiga anak, yang sebelumnya hanya dua. Namun, perempuan China tak tergiur dengan tawaran pemerintah.

Faktor-faktor seperti biaya penitipan anak yang tinggi, hambatan karier, diskriminasi gender, dan penolakan untuk menikah telah menghalangi banyak perempuan muda Cina untuk memiliki anak.

Dalam dua tahun terakhir, pihak berwenang di seluruh Cina telah meluncurkan langkah-langkah untuk meningkatkan angka kelahiran di negara tersebut termasuk insentif keuangan dan meningkatkan fasilitas penitipan anak.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.