Cina Akan Produksi Massal Robot Humanoid Tahun 2025
Beijing, REQNews.com -- Sekian dekade lalu, robot humanoid adalah fiksi ilmiah. Sebentar lagi semua itu adalah nyata karena Cina mengumumkan akan memproduksi massal robot humanoid.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) bulan lalu menerbitkan pedoman baru pembuatan robot untuk sektor kecerdasan buatan yang berkembang pesat.
Pada 2025 Cina akan memproduksi massal robot humanoid. Dua tahun kemudian robot humanoid generasi pertama akan memproduksi robot humanoid generasi berikut, yang akan memberi dampak pada perkonomian.
MIIT memperkirakan masih akan ada terobosan teknologi yang harus dilakukan. Inovasi teknologi akan berjalan seiiring produksi massal. Setelah itu sistem pasokan industri yang aman dan andal akan terbentuk, ekologi industri dengan daya saing internasional akan terbangun dan kekuatan komprehensif mencapai tingkat maju di dunia.
Cina, masih menurut MIIT, akan menjadi pemimpin dunia di bidang kecerdasan buatan dan robotika. Para perencana ekonomi Cina akan mendorong upaya besar-besaran untuk memajukan bidang pendidikan, penelitian, dan sektor indutri manufaktur.
Pemerintah Cina juga mengalokasikan 400 miliar yuan, atau Rp 870 triliun, untuk pengembangan inti industri AI pada tahun 2025. Dewan Negara Cina juga telah menyusun Rencana Pengembangan AI Generasi Baru, sebuah peta jalan yang akan membawa negara itu menjadi pemimpin dunia dalam teknologi kecerdasan buatan.
Lomba Global
Namun, perlombaan AI dan robot humanoid bersifat global. Awal tahun ini, Uni Eropa melarang ekspor teknologi AI tertentu ke Tiongkok. AS juga melarang penjualan chip komputer yang terkait dengan AI ke perusahaan Cina.
Perusahaan seperti Tesla, Agility, Apptronic, dan Hanson Robotics juga memperkenalkan robot humanoid dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pula fasilitas penelitian dan universitas melakukan proyek serupa.
Goldman Sach memperkirakan tahun 2035 industri robotika humanoid akan bernilai 150 miliar dolar AS di seluruh dunia, dan dapat mengisi empat persen kekurangan tenga kerja manufaktur di AS pada tahun 2030 dan dua persen permintaan perawatan lansia global pada 2035.
Para ahli juga mulai berbicara soal potensi penggunaan rumot humanoid cerdas; sebagai perawat lansia, melakukan pengobatan di daerah terpencil, dan medan perang.
"Memproduksi robot secara massal dengan harga terjangkau dapat dicapai dengan skala ekonomi dan kemajuan teknologi, dan kami memperkirakan semua robit akan mendukung tenaga kerja di bidang manufaktur, layanan kesehatan, konstruksi, transportasi, perhotelan, dan banyak lagi," ujar seorang pakar.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.