REQNews.com

Polri Koordinasi dengan UNHCR Soal Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh

News

Tuesday, 05 December 2023 - 21:31

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri (Foto: Hastina/REQnews)Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Polri berkoordinasi dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) terkait adanya pengungsi Rohingya yang mendarat di pesisir pantai Desa Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan terkait pengungsi-pengungsi yang masuk ke negara transit, menuju ke negera tujuan maka harus diterima. 

"Namun demikian kita bekerjasama dengan UNHCR. Di sana sudah ada pengaturannya, berapa lama di negara transit dan berapa lama sampai di negara tujuan," kata Sigit kepada wartawan di Mabes Polri pada Selasa 5 Desember 2023. 

Jenderal bintang empat Polri itu mengatakan bahwa Indonesia harus tetap menghargai hak-hak manusia, dan menghormati warga negara lain yang memang membutuhkan pertolongan. 

"Kemudian pada saat berada di di Indonesia tidak jadi masalah saya kira itu. Ini kewajiban kita untuk membantu, bekerjasama dengan badan internasional," ujarnya. 

Viral di media sosial adanya penolakan kedatangan pengungsi Rohingya oleh warga Aceh. Mereka beralasan karena ekonomi masyarakat setempat juga sedang tidak baik-baik saja pasca pandemi Covid-19. 

Sebelumnya, kapal kayu yang membawa sebanyak 200 orang Rohingya itu menepi ke pesisir Aceh pada Selasa 14 November 2023 lalu. 

Gelombang kedua pada hari berikutnya kembali datang sekitar 174 orang dan sebanyak 249 orang pada Rabu 15 November 2023. 

Selanjutnya, sebanyak 139 pengungsi Rohingya mendarat di pesisir pantai Desa Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh, pada Sabtu 2 Desember 2023. 

Mereka mendapat penolakan keras dari masyarakat setempat. Pengungsi yang didominasi oleh perempuan dan anak-anak itu pun, ditempatkan di sekitar pesisir pantai dengan hanya memiliki alas tikar. 

Tak hanya itu, penolakan terhadap kedatangan warga Rohingya di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara itu dilakukan karena banyaknya imigran yang berperilaku kurang menyenangkan. 

Meskipun demikian, warga tetap memberikan bantuan makanan dan bahan bakar agar para pengungsi meninggalkan Aceh. 

Alasan lain warga menolak kedatangan pengungsi Rohingya, karena ada beberapa pengungsi yang sempat membuat ulah seperti, kabur dari penampungan hingga melakukan tindak kriminal.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.