The New York Times: Donald Trump Terpilih Lagi Sebagai Presiden AS, NATO Bubar
New York, REQNews.com -- Sejumlah diplomat dan pejabat lembaga think tank Uni Eropa dikabarkan mulai menghubungi rekan-rekan mantan Presiden Donald Trump untuk memastikan apakah juragan properti itu akan menarik AS keluar dari NATO jika kali kedua terpilih sebagai presiden.
The New York Times melaporkan pertanyaan itu disampaikan para diplomat Uni Eropa setelah jajak pendapat menunjukan Trump akan menjadi pesaing serius Biden. Komentar anti-Trump menyatakan jika terpilih lagi, Donald Trump akan mengakhiri hubungan AS-NATO.
Dubes Finlandia di Washington Mikko Hautala dikabarkan berbicara dengan Trump, dan berusaha meyakinkan sang calon presiden dari Partai Republik akan pentingnya AS dan NATO bagi anggota baru.
The New York Times menulis Trump tidak mengancam akan menarik negaranya dari NATO tapi marah kepada anggota NATO karena membebani anggaran. Sebagai pemimpin NATO, AS dituntut menghadirkan pasukannya di setiap negara Eropa. Akibatnya anggaran militer AS membengkak dua persen.
Trump menggunakan konferensi NATO untuk menghukum pemimpin Eropa karena meningkatkan pengeluaran militer. Itulah, menurut mantan penasehat keamanan nasional AS John Bolton, yang membuat AS siap keluar dari NATO tahun 2018 lalu.
Robert O'Brien dan Lindsey Graham, penasehat keamanan nasional dan senator Partai Republik, mengatakan retorika AS menarik diri dari NATO bertujuan menekan Eropa agar mencapai tujuan blok itu.
Trump sebelumnya mengatakan Presiden AS memiliki kewajiban untuk memastikan aliansi AS melayani rakyat negaranya dan tidak secara sembarangan membahayakan darah dan harta karun Amerika.
Pernyataan itu konsisten dengan pandangan lama Trump bahwa pasukan AS tidak boleh menjadi polisi dunia.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.