REQNews.com

Israel Serang Desa Kecil di Lebanon dengan Senjata Terlarang Buatan AS

News

Tuesday, 12 December 2023 - 06:10

Beirut, REQNews.com -- Israel menggunakan senjata terlarang, amunisi fosfor putih buatan AS, untuk menyerang Dheira -- desa kecil di Lebanon selatan.

The Washington Post melaporkan bukti penggunaan senjata terlarng itu ditemukan di tempat kejadian. Insiden itu dilaporkan pada 16 Oktober, ketika militer Israel menargetkan desa asal tembakan artileri.

Seorang fotografer menemukan pecahan tiga peluru artileri 155 mm yang ditembakan ke Dheira. Serangan itu menyebabkan empat rumaht terbakat dan melukai sembilan warga sipil.

Cangkang munisi itu ternyata peluru M825 asap atau penanda, dikemas dengan potongan kain kempa yang jenuh dengan fosfor putih. Bahan kimia itu akan membakar dengan sendirinya jika terkena udara, menghasilkan asap putih tebal yang berguna untuk mengaburkan pergerakan pasukan.

Namun, asap fosfor beracun. Fosfor putih yang terbakar itu sangat panas, membakar apa saja yang berada di basahnya dan sulit dipdamkan. Cangkang asap berfungsi ganda; sebagai pembakar jika digunakan tanpa tindakan pencegahan yang diperlukan.

Fragmen peluru yang ditemukan berisi kode produksi yang cocok dengan nomenklatur yang digunakan militer AS untuk mengkategorikan amunisi yang diproduksi di dalam negeri. Peluru itu diproduksi depot amunisi di Lousiana dan Arkansas tahun 1989 dan 1992.

Tirana Hassan, direktur eksekutif Human Right Watch, mengatakan fakta bahwa fosfor putih produksi AS digunakan Israel di Lebanon selatan harus menjadi perhatian besar pejabat Gedung Putih dan Kongres.

Gedung Putih bereaksi dan juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby menyatakan prihatin, seraya mengaakan fosfor putih adalah peluru militer yang sah untuk penerangan dan menghasilkan asap.

"Kami sudah melihat laporannya, tentu kami priatin akan hal itu," kata Kirby. "Kami akan mengajukan pertanyaan untuk mencoba belajar lebih banyak."

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.