Kini Giliran Menteri Transportasi Umum Israel, Miri Regev Diserang Netizen Indonesia
TEL AVIV, REQNews - Kali ini Menteri transportasi umum Israel, Miri Regev yang menjadi sasaran julid pasukan online Fi Sabilillah dari Indonesia.
Dikutip dari tribunnews yang mengutip situs berbahasa Spanyol, agencia ajn, dilaporkan bahwa telepon Menteri Israel Miri Regev dibanjiri berbagai pesan dan ancaman dari luar negeri.
WhatsApp Menteri Transportasi Umum Israel, Miri Regev, dalam beberapa jam terakhir dibanjiri ribuan pesan teks, audio, dan panggilan dengan nada mengancam dan menghina.
Angka-angka atau nomor telepon yang masuk dari serangan telepon tersebut mengarah ke Indonesia. Telepon Menteri Israel Miri Regev dibanjiri ancaman dari luar negeri.
WhatsApp Menteri Transportasi Umum Israel, Miri Regev, dalam beberapa jam terakhir dibanjiri ribuan pesan teks, audio, dan panggilan dengan nada mengancam dan menghina. Angka-angka yang berasal dari serangan tersebut mengarah ke Indonesia.
Sebagian pesan terhadap menteri tersebut ditulis dalam bahasa Ibrani dan berisi ancaman dan hinaan seperti:
"Saya akan membunuhmu. Saya di rumahmu!".
“Di neraka kamu akan belajar”, “Kami akan membunuhmu”, “Bahkan jika mereka berhasil, mereka akan bangkrut dan rakyatmu akan menjadi miskin” dan “Apakah kamu mau ikut denganku ke Palestina?”
Semua pesan dan panggilan teleponnya berasal dari nomor berawalan 062 yang berasal dari Indonesia. Aktivis anti-Israel diduga berada di balik serangan tersebut.
Minggu ini surat kabar Israel Yediot Ajronot melaporkan bahwa Naor Ihia, juru bicara Presiden Itzjak Herzog, juga mendapat serangan pesan besar-besaran di WhatsApp oleh aktivis pro-Palestina dalam beberapa hari terakhir.
“Kami akan membunuh Anda dan keluarga Anda,”
“Palestina akan bebas dan Anda akan tersingkir,” dan “Tunggu giliran Anda untuk mati,” tulis mereka mengirim pesan kepada pejabat pemerintah Israel.
Mendapat serangan bertubi-tubi dari netizen Indonesia ini digambarkan oleh Ijia sebagai "mimpi buruk".
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.