Israel Kelola Saluran 72 Virgin yang Menyebarkan Tindakan Rasis dan Sadistis Tentara Yahudi di Gaza
Tel Aviv, REQNews.com -- Haaretz, salah satu surat kabar berpengaruh di Israel, memberitakan Direktorat Operasi Pasukan Isarel di Gaza menjalankan saluran 72 Virgin tanpa sensor, yang isinya rekaman tindakan rasis, sadis, dan mengerikan tentara Yahudi di Jalur Gaza.
Video dan foto yang dibagikan di saluran 72 Virgin biasanya disertai narasi berupa perayaan kejahatan perang. Departemen Pengaruh Israel bertanggung jawab atas operasi perang psikologis yang menargetkan warga Palestina dan orang asing.
Situs Al Mayadeen enulis kebencian Zionis terhadap warga Palestina bukan sesuatu yang mengejutkan. Akun resmi Israel berjuang keras menormalisasi sentimen anti-Palestina, tapi pejabat militer bertindak sebaliknya.
Pejabat Israel juga secara terbuka menyatakan pendapat yang dibagikan administrato saluran, bahwa xenophohia sistematis dan ekstremis telah mengakar dalam di masyarakat Israel.
Saluran itu juga menyebarkan stereotip rasial yang menghina kepada pemirsa Israel, sebagai upaya tidak memanusiakan warga Palesetina. Israel menggunakan cara yang sama dengan Nazi ketika membantai warga Yahudi di Eropa.
Ada rekaman spesifik ketika pasukan Israel menodai jenazah warga Palestina di Jalur Gaza. Pelanggan saluran itu larut dalam kegembiraan barbar setiap kali muncul gambar mengerikan.
AS Terganggu
Saluran tersebut mengungkap beberapa tindak kejahatan yang dilakukan tentara Yahudi, yang dibayangi rekaman publik Israel dan penyataan yang mengandung sentimen serupa.
Washington telah melihat rekaman itu, terutama ketika tentara Israel menelanjangi pria Palestina di jalan-jalan Gaza, yang memicu kemarahan global. Matthew Miller, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, didesak untuk menggambarkan peristiwa itu sebagai sesuatu yang lebih dari sekedar mengganggu.
Yang dilakukan Deplu AS setelah melihat gambar-gambar itu hanya meminta klarifikasi kepada Tel Aviv. Komite Palang Merah Internasional mengatakan sangat prihatin dengan gambar-gambar itu, dan menyatakan pentingnya memperlakukan tahanan secara manusiawi.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.