REQNews.com

Berang Hendak Dimakzulkan, Begini 'Serangan' Joe Biden ke DPR AS

News

Friday, 15 December 2023 - 15:03

Joe Biden, Presiden Amerika Serikat (Foto: Istimewa)Joe Biden, Presiden Amerika Serikat (Foto: Istimewa)

WASHINGTON, D.C, REQNews  - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden marah besar atas upaya pemakzulan terhadap dirinya oleh DPR AS.

Dalam pernyataan resminya, Joe Biden mengungkapkan bahwa DPR AS yang mayoritas dikuasai oleh Partai Republik justru tidak membantunya untuk membuat Negeri Paman Sam lebih baik lagi.

Biden pun menganggap upaya pemakzulan terhadapnya tidak berdasar dan tanpa bukti.

"Alih-alih melakukan apapun untuk membantu membuat kehidupan rakyat Amerika lebih baik, mereka malah fokus menyerang saya dengan kebohongan."

"Alih-alih melakukan pekerjaan mereka pada pekerjaan mendesak yang perlu dilakukan, mereka memilih untuk membuang-buang waktu untuk upaya politik tak berdasar dan bahkan Partai Republik di Kongres mengakui (upaya pemakzulan) tidak didukung oleh fakta," katanya dikutip dari laman Gedung Putih, Jumat 15 Desember 2023.

Biden pun membeberkan segala upaya yang telah dilakukannya tetapi tidak memperoleh dukungan dari DPR AS.

Seperti saat Presiden Ukraina, Vladimir Zelensky meminta bantuan kepada AS untuk berperang dengan Rusia.

"Dia datang ke AS untuk meminta bantuan kami. Namun, anggota Kongres dari Partai Republik tidak mau membantu."

Kemudian, Biden juga membeberkan DPR AS yang tidak mau membantu terhadap Israel di Gaza.

Tak hanya itu, dia juga menyebut DPR AS tidak ingin memberikan bantuan terkait peningkatan keamanan di perbatasan di selatan AS.

Biden juga menuding Partai Republik di DPR AS tidak mau mendanai kebijakan prioritas yang telah disusunnya untuk memperbaiki kondisi ekonomi warga AS.

"Kita harus melanjutkan kemajuan ekonomi kita dan memastikan inflasi terus turun dan pertumbuhan lapangan kerja terus meningkat."

"Hal ini berarti menghindari krisis ekonomi yang ditimbulkan oleh diri sendiri seperti penutupan pemerintah, yang akan terjadi hanya dalam beberapa minggu lagi karena Partai Republik di Kongres tidak mau mendanai pemerintah dan prioritas-prioritas penting untuk membuat hidup lebih baik bagi rakyat AS," tegasnya.

Sebelumnya DPR AS telah resmi bakal memakzulkan Biden pada Rabu 13 Desember 2023 waktu setempat.

Kesepakatan ini dilakukan atas dugaan Biden memperoleh keuntungan bagi bisnis keluarganya secara finansial saat menjabat sebagai presiden dan wakil presiden.

Dikutip dari Associated Press (AP), hasil voting menunjukkan 221 anggota DPR AS mendukung penyelidikan pemakzulan sedangkan 212 anggota lainnya menolaknya.

Secara lebih spesifik, upaya pemakzulan ini didorong oleh kecurigaan terhadap bisnis luar negeri yang diurus oleh anak Biden, Hunter Biden.

Alhasil, dengan mayoritas anggota DPR AS setuju untuk pemakzulan, maka kini penyelidikan pun dilakukan.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.