REQNews.com

Pengadilan Pidana Vatikan akan Bacakan Vonis Kasus Korupsi yang Melibatkan Calon Paus

News

Saturday, 16 December 2023 - 20:11

Kardinal Angelo Becciu dalam salah satu ritual di Vatikan. Becciu adalah orang kuat Vatikan, dan sempat disebut-sebut sebagai calon paus. Hari ini Pengadilan Vatikan akan memvonisnya sebagai terpidana kasus korupsi. Foto: National Chatolic ReporterKardinal Angelo Becciu dalam salah satu ritual di Vatikan. Becciu adalah orang kuat Vatikan, dan sempat disebut-sebut sebagai calon paus. Hari ini Pengadilan Vatikan akan memvonisnya sebagai terpidana kasus korupsi. Foto: National Chatolic Reporter

Vatikan, REQNews.com -- Pengadilan pidana Vatikan, Sabtu 16 Desember, memulai sidang pembacaan putusan atasn kasus korupsi yang melibatkan kardinal paling berkuasa selama 10 tahun terakhir dan sempat disebut-sebut sebagai calon paus.

Angelo Becciu, mantan penasehat Paus Fransiskus yang kini berusia 75 tahun, adalah pastor paling senioryang menghadapi pengadilan ini. Dia tidak sendiri. Sembilan lainnya adalah investor, pengacara, dan mantan pegawai vatikan.

Seluruhnya menghadapi tuduhan penipuan, penggelapan, pencucian uang, pemerasan, korupsi, dan penyalahgunaan jabatan. Mereka menyangkap tuduhan itu.

Inti persidangan ini adalah pembelian properti mewah senilai 350 juta euro di London, sebagai bagian investasi yang dimulai 2014, yang membuat Vatikan merugi puluhan juta euro.

Persindang dimulai Juli 2021, dengan menyoroti kondisi keuangan Takhta Suci yang kian kritis. Sejak mengambil alih kepemimpinan Gereja Katolik Maret 2013, Paus Fransiskus berusaha menyelesaikan masalah ini.

Beberapa pekan sebelum persidangan, Paus Fransiskus memberi wewenang kepada pengadilan sipil Vatikan untuk mengadili para kardinal dan uskup yang sebelumnya diadili oleh pengadilan yang dipimpin para kardinal.

Jaksa Alessandro Diddi meminta hukuman tujuh tahun dan tiga bulan penjara untuk Becciu, dan empat sampai 13 tahun penjara bagi yang lainnya.

Becciu kerap mengatakan tidak bersalah. Ia mengecam tuduhan terhadap dirinya sebagai sama sekali tak berdasar, dan bersikeras tidak pernah mengambil uang Vatikan sepeser pun.

Takhta Suci tersinggung dan meminta Menlu Pietro Parolin agar pengadilan menghukum semua kejahatan. Empat entitas Vatikan meminta kompensasi dari para terdakwa, termasuk 177 juta euro untuk kerusakan moral dan reputasi.


Tujuan Amal

Panel tiga hakim awam bertemu pagi hari. Sedangkan pembacaan putusan akan dilakukan sore hari.

Ketua pengadilan Giuseppe Pignatone menyampaikan ucapan terima kasih kepada mereka yang terlibat. Ia juga mengakui betapa rumit kasus ini.

Sebelum sidang putusan ini, terdapat lebih 80 sidang di ruang khusus Museum Vatikan -- tempat poret Paus Fransiskus sedang tersenyum menggantung.

Proses persindangn sempat terhambat olah perselisihan prosedural, ketika pembicara pembela mengeluhkan kurangnya akses terhadap bukti penting.

Becciu, mantan diplomat Vatikan, yang paling rajin mengikuti persidangan. Ia orang nomor dua di Sekretariat Luar Negeri -- departemen Vatikan yang bekerja paling denga dengan Paus Fransiskus -- antara 2011-2018.

Dia tergerak memimpin departemen yang menangani penciptaan orang kudus sebelum mengundurkan diri tiba-tiba, September 2020. Saat itu  Becciu diberi tahu dirinya sedang diinvestigasi atas kasus korupsi.

Awalnya, kata Becciu di persidangan, ini tentang penyelidikan terhadap 125 ribu euro uang Vatikan yang disumbangkan ke sebuah badan amal di Sardinia. Jaksa mengatakan uang itu masuk kantong saudara Becciu, yang menjalankan sebuah organisasi.

Di kemudian hari, Becciu terlibat dalam penyelidikan atas pembeliand dan penjualan properti di Sloane Avenue, London -- yang mengakibatkan kerugian. Menurut Vatikan, hasil penjualan itu semula untuk tujuan amal.

Ketika persidangan dibuka, jaksa memberi gambaran mengenai investasi berisiko dengan sedikit, atau tanpa pengawasan dan transaksi ganda, baik oleh konsultan luar maupun orang dalam.

Di antara terdakwa terdapat dua broker yang terlibat dalam kesepakatan penjualan properti di London, yaitu Gianluigi Torzi dan Raffaele Mincione. Ada pula Enrico Crasso, mantan manajer investasi Vatikan, serta Fabrizio Tirabassi -- mantan pegawai Vatikan.

Becciu juga dituduh membayar Cecillia Marogna, wanita asal Sardinia, yang membantu merundingkan pembebasan biarawati asal Kolombia yang ditahan di Mali. Cecillia Marogna juga diadili.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.