REQNews.com

Belum Usai, Kali Ini TPN Ganjar-Mahfud Buat Pengaduan ke Komnas HAM Kasus Penganiayaan Relawan oleh Oknum TNI

News

Wednesday, 03 January 2024 - 16:30

Direktur Hukum dan Kajian Hukum TPN Ganjar-Mahfud Ronny Talapessy (Foto:Istimewa)Direktur Hukum dan Kajian Hukum TPN Ganjar-Mahfud Ronny Talapessy (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud melaporkan kasus penganiayaan tujuh relawan oleh oknum anggota TNI di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), ke Komnas HAM.

"Menurut pandangan kami, peristiwa penganiayaan di Boyolali ini merupakan tragedi hak asasi manusia yang harus diusut lebih jauh oleh Komnas HAM," ujar Direktur Hukum dan Kajian Hukum TPN Ganjar-Mahfud Ronny Talapessy dalam keterangannya, Rabu 3 Januari 2024.

TPN meminta kasus tersebut diusut tanpa padang bulu dan korban dilindungi.

TPN mendesak Komnas HAM membentuk tim independen untuk menyelidiki dan menginvestigasi dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh para Oknum TNI Yonif 408 Diponegoro atas penganiayaan tersebut.

TPN juga meminta DPR memanggil Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait peristiwa penganiayaan tersebut.

TPN juga mendesak TNI untuk memberikan klarifikasi sebenar-benarnya, memberikan sanksi tegas kepada oknum TNI yang terlibat, menertibkan dan mendisiplinkan anggotanya, serta memosisikan institusinya sebagai pihak yang netral selama pelaksanaan Pemilu 2024.

"Mengimbau kepada paslon capres dan cawapres, tim kampanye, dan peserta pemilu lainnya untuk mengedepankan pemilihan presiden yang berwawasan hak asasi manusia, menciptakan pemilu bebas dari rasa takut, pemilu yang damai, aman, tertib dan demokratis," tutur Ronny.

Ronny menegaskan, Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud akan memonitor dan mengawal kasus penganiayaan tersebut hingga selesai dan para korban memperoleh keadilan.  

"Hal ini sangat penting untuk mencegah eskalasi konflik lebih serius dan meluas serta agar tidak terulang kembali baik dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 maupun di masa depan," kata Ronny.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.