Kabinet Israel Cekcok Soal Agresi ke Gaza? Begini Kronologinya
JAKARTA, REQnews - Beberapa menteri dan pejabat militer Israel adu mulut hingga berteriak ketika rapat kabinet keamanan tingkat tinggi perihal agresi Israel ke Jalur Gaza, Palestina pada Kamis 4 Januari 2024.
Ternyata rapat pada Kami situ memanas karena sejumlah menteri PM Benjamin Netanyahu menyerang perwakilan militer Israel (Pasukan Pertahanan Israel/IDF), termasuk Kepala Staf IDF Herzi Halevi.
Awalnya para menteri Netanyahu ini tidak setuju dengan keputusa IDF karena eks Pemnteri Pertahanan Mofaz memutuskan menarik diri dari Gaza pada 2005 lalu.
Pemerintah menentang keras keputusan Mofaz dan menginginkan agresi Israel ke Gaza seperti saat ini. Mengutip The Jerusalem Post, diskusi makin panas ketika Menteri Kabinet Perang Benny Gantz berteriak kepada menteri dan menyerang kepala staf IDF.
"Ini adalah penyelidikan profesional, apa hubungannya dengan itu? Kepala staf sedang melakukan penyelidikan atas apa yang terjadi sekarang untuk mencapai tujuan perang dan kemampuan kita untuk mempersiapkan konflik di utara. Ini bukan penyelidikan nasional," kata Gantz dengan nada tinggi sambil mengumpat menurut laporan Walla.
Salah satu menteri menegaskan kepada media lokal KAN News jika rapat berjalan panas.
"Mereka menyerang militer. Beberapa anggota senior lembaga pertahanan berada di tengah-tengah," kata menteri tersebut.
Bahkan menteri lain menyatakan jika teriakan para menteri dan militer sampai terdengar ke luar ruang rapat.
"Sungguh memalukan dan tercela apa yang terjadi di dalam (ruang rapat) sana. Anda bisa mengkritik tentara, tapi mereka menyerang kepala staf secara pribadi dan tanpa henti," kata menteri tersebut kepada KAN News.
Melihat kondisi ini, PM Netanyahu langsung membubarkan forum. Dalam hal ini, ia memilih berpihak pada menterinya.
"Terkadang Anda perlu mendengarkan para menteri," kata Netanyahu kepada Halevi.
Sebagai informasi, Pemerintahan Netanyahu terus disudutkan sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu. Oposisi Netanyahu menilai pemerintah gagal melindungi keamanan nasional lantaran bisa kebobolan oleh serangan Hamas.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.