REQNews.com

PPATK Temukan Aliran Dana PSN Masuk Kantong Politikus Hingga ASN Sebesar 36%!

News

Thursday, 11 January 2024 - 16:32

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana (Foto: PPATK)Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana (Foto: PPATK)

JAKARTA, REQnews - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya indikasi korupsi di lingkup Proyek Strategis Nasional (PSN) yang masuk ke kantong pribadi. 

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan jika pihaknya menemukan adanya dana yang mengarah ke subkontraktor untuk keperluan operasional sebesar 36,81 persen. 

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, PPATK mengamati, mencermati, melakukan analisis mendalam, terdapat sebesar 36,81 persen dari total dana masuk ke rekening subkontraktor yang dapat diidentifikasikan sebagai transaksi yang terkait dengan kegiatan operasional pembangunan," tutur Ivan dalam konferensi pers pada Kamis 11 Januari 2024. 

Tak hanya itu, PPATK juga menemukan adanya dana yang mengalir tidak untuk kepentingan proyek, melainkan untuk kas pribadi sekitar 36,67 persen. 

"Sedangkan, sekitar 36,67 persen yang tidak digunakan untuk pembangunan proyek tersebut, artinya ini digunakan untuk kepentingan pribadi," katanya. 

Ia mengatakan bahwa PPATK telah mengidentifikasi aliran dana tersebut ada yang masuk ke politikus hingga aparatur sipil negara (ASN) serta dilakukan untuk pembelian aset dan investasi oleh para pelaku. 

Lebih lanjut, Ivan mengatakan jika modus yang digunakan oleh para pelaku yaitu menggunakan rekening pribadi keluarga, karyawan, atau staf untuk menampung dana dari tindak pidana asal. 

"Pembelian aset berbentuk rumah atau properti, kendaraan bermotor, batu mulia dan perhiasan, investasi barang mewah lainnya," katanya. 

Lalu, adanya penggunaan fasilitas safe deposit box yang diduga untuk menyembunyikan dana hasil kejahatan dan penggunaan mata uang asing dalam upaya suap atau gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

Menurutnya, ada sejumlah langkah yang sudah dilakukan, terutama pada proyek infrastruktur yang digarap oleh BUMN. 

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Kementerian BUMN serta sudah dilakukan pembahasan bahkan sudah bertemu dengan para pengampu dari perusahaan-perusahaan BUMN di bidang karya.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.