The New York Times: CIA Bentuk Gugus Tugas untuk Bantu Israel Melacak Pemimpin Hamas
New York, REQNews.com -- Badan Intelejen AS (CIA) membentuk gugus tugas yang mengumpulkan informasi dan melacak pemimpin Hamas dan menyalurkannya ke Israel.
Mengutip sejumlah pejabat, The New York Times (NYT) memberitakan gugus tugas dibentuk atas perintah Penasehat Keamanan Nasional AS Jakes Sullivan kepada CIA dan Pentagon.
Perintah disampaikan setelah Operasi Banjir al-Aqsa 7 Oktober. CIA dan Pentagon merespon cepat perintah itu. Selama agresi Israel ke jalur Gaza, gugus tugas bekerja keras melacak pemimpin Hamas dan menyalurkannya ke Israel.
Israel sedang memburu dan membunuh semua pemimpin Hamas yang berada di belakang Operasi Banjir al-Aqsa 7 Oktober. Operasi yang melibatkan Mossad dan Shin Bet, dengan bantuan CIA, akan berlangsung di seluruh dunia.
Mossad pernah dianggap sukses melakukan operasi semacam ini ketika memburu pemimpin Palestina yang membantai 11 atlet Israel di Olimpiade Munich 1972.
Misi Pengawasan Drone AS
Tidak hanya CIA, Angkatan Udara (AU) AS juga mengerahkan perwira intelejen dengan keahlian serangan udara dan artileri jarak jauh ke Israel.
Mengutip dokumen yang diperoleh atas dasar UU Kebebasan Informasi, The Intercept melaporkan keterlibatan intelejen sangat berguna ketika AS harus membatasi interaksi langsung dan tidak memerlukan anggaran besar serta kehadiran fisik.
Jadi, AS benar-benar melayani Israel dalam perang di Gaza. Washington memberi semua yang diperlukan Israel, seraya memperlihatkan diri sebagai kekuatan yang mengontrol rezim Tel Aviv.
Dokumen itu juga menyebut jumlah bom yang dijatuhkan Israel di Gaza, yaitu 29 ribu tom -- setara dengan dua bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima.
Untuk kali pertama pemerintah Presiden Joe Biden juga mengumumkan drone AS melakukan misi pengawasan di Gaza sejak November, yang diduga untuk mencari sandera yang diawan Hamas.
Keterlibatan AS secara fisik, dalam bentuk pengerahan pasukan, memang tidak terjadi. Namun, AS menempatikan perwira-perira Angakta Udara untuk membantu Israel di Gaza terjadi sejak 21 November.
Perwira inilah yang menyediakan data satelit intelejen untuk serangan udara. Artinya, AS adalah arsitek genosida di Gaza saat ini.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.