REQNews.com

Israel Umumkan Kematian Puluhan Tentaranya oleh Serangan Hamas pada Senin Kemarin

News

Tuesday, 23 January 2024 - 18:04

Pasukan Hamas (Foto:Istimewa)Pasukan Hamas (Foto:Istimewa)

TEL AVIV, REQNews  - Sebanyak 21 tentara Israel tewas di Jalur Gaza dalam serangan paling mematikan yang dilakukan Hamas sejak agresi Zionis diluncurkan Oktober lalu.

Militer Israel melaporkan pasukan cadangannya tewas saat sedang mempersiapkan bahan peledak untuk menghancurkan dua bangunan di Gaza tengah pada Senin 22 Januari 2024.

Kala itu, seorang anggota milisi menembakkan granat berpeluncur roket (rocket propelled grenade/RPG) ke sebuah tank di dekatnya.

Ledakan itu pun memicu bahan peledak dan menyebabkan kedua bangunan tersebut roboh menimpa tentara Zionis di dalamnya.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan insiden itu merupakan "pagi yang sulit dan menyakitkan."

Kendati begitu, dia menekankan bahwa Israel masih berkomitmen untuk terus maju mencapai kemenangan.

"Perang ini akan menentukan masa depan Israel selama beberapa dekade mendatang, dan jatuhnya para tentara merupakan persyaratan untuk mencapai tujuan perang ini," kata Gallant dalam unggahannya di X, seperti dikutip Associated Press, Selasa 23 Januari 2024..

Serangan ini terjadi di saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali bersumpah bakal terus menyerang Gaza sampai kelompok Hamas musnah, serta membebaskan lebih dari 100 sandera di Gaza.

Agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini telah menewaskan lebih dari 25 ribu orang. Kondisi warga sipil pun kian hari kian mengkhawatirkan karena dilanda krisis kemanusiaan hebat.

Pada Senin 22 Januari 2024, puluhan warga Palestina tewas imbas pertempuran sengit di kota selatan Khan Younis. Operasi darat Israel memang difokuskan ke Khan Younis, usai pasukan militer mengklaim telah mengalahkan Hamas di Gaza utara.

Israel percaya para komandan Hamas bersembunyi di terowongan besar di bawah Kota Khan Younis, yang menjadi kampung halaman dari pemimpin tertinggi Hamas, Yahya Sinwar.

Menanggapi banyaknya korban sipil yang berjatuhan dan situasi kemanusiaan yang begitu mengkhawatirkan, komunitas internasional pun semakin mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan dan menyetujui kemerdekaan negara Palestina.

Amerika Serikat, sekutu paling dekat Israel, bahkan ikut bergabung dalam seruan ini. Kendati begitu, Netanyahu menolak mentah-mentah gagasan tersebut.

Sebaliknya, ia mengatakan Israel perlu memperluas operasi dan mengambil alih sisi perbatasan Gaza dengan Mesir, di mana ratusan ribu warga Gaza tengah mengungsi di sana.

Pemerintah Mesir jelas marah dan protes. Kepala Dinas Informasi Mesir, Diaa Rashwan, mengatakan setiap langkah Israel untuk menduduki daerah perbatasan hanya akan "mengarah pada ancaman serius" terhadap hubungan kedua negara.

Mesir dan Israel menandatangani perjanjian damai pada 1979 usai bersitegang bertahun-tahun karena Perang Arab-Israel pada 1948.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.