REQNews.com

Uni Emirat Arab (UEA) Rekrut Al Qaeda dan ISIS untuk Perangi Houthi di Yaman

News

Tuesday, 23 January 2024 - 22:34

Sanaa, REQNews.com -- Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan merekrut mantan anggota Al Qaeda dan ISIS ke dalam pasukan yang memerangi Ansar Allah, populer dengan sebutan Houthi, di Yaman.

Investigasi BBC Arab, seperti dikutip Al Mayadeen, menyebutkan UEA memanfaatkan pelatihan kontra-terorisme yang ditawarkan tentara bayaran AS. Semula, tentara bayaran AS datang ke Yaman untuk melatih penduduk melakukan operasi rahasia, yaitu pembunuhan politik berdasarkan informasi yang diberikan pejabat pelapor.

Kehadiran mantan Al Qaeda dan ISIS dalam pelatihan bertentangan denagn tujuan kehadiran tentaran bayaran AS, yaitu membasmi kelompok teroris di Yaman.

Pemerintah UEA membantah laporan investasi BBC Arab, dengan mengatakan tuduhan itu tidak berdasar.

Yaman dilanda gelombang pembunuhan bermotif politik dalam tiga tahun terkahir, dengan jumlah kasus mencapai 100. Menurut BBC Arab, pembunuhan itu hanya salah satu aspek perang global terus menerus dan kontroversial serta melibatkan kekuatan internasional dan negara paling miskin di Timur Tengah.

Nawal al-Maghafi dari BBC Arab, dalam film dokumenter, mengatakan; "Rekaman drone yang bocor dari misi pembunuhan pertama memberi saya titik awal utuk menyelidiki pembunuhan misterius ini."

Rekaman itu, masih menurut Nawal, bertanggal Desember 2015 dan dilacak ke anggota perusahaan keamanan swasta AS bernama Spear Operation Group.

"Saya akhirnya bertemu dengan salah satu orang di balik operasi itu di sebuah restoran di London tahun 2020," kata Nawal. "Orang itu bernama Isaac Gilmore, mantan anggota AL AS yang menjadi chief operating officer Spear."

Spear, demikian Nawal, adalah satu dari beberapa orang AS yang mengatakan mereka dipekerjakan untuk melakukan pembunuhan di Yaman oleh Uni Emirat Arab.

Di Aden, tempat pemerintah yang sah menjalankan aktivitas setelah terusir dari Sanaa, tentara bayaran sangat mencolok. Peran tentara bayaran akhirnya diubah untuk melatih perwira UEA dan menginstruksikan warga Yaman dalam proses penargetan.

Saat itulah mantan-mantan Al Qaeda dan ISIS berdatangan, dan terlibat dalam pelatihan. Mereka berlatih tempur untuk melawan Houthi. Tidak jelas apakah mereka akan dilibatkan dalam pertempuran darat melawah Houthi jika pemboman AS dan Inggris dianggap gagal.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.