Usai Ditinggalkan Negara-Negara Barat, Sekjen PBB Bujuk Bantu Lagi UNRWA
NEW YORK, REQNews - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memohon kepada negara-negara pendonor agar kembali menyumbang dana bagi badan bantuan untuk pengungsi Palestina, UNRWA.
"Saya memahami kekhawatiran mereka, saya sendiri ngeri dengan tuduhan ini, [tapi] saya sangat memohon kepada pemerintah yang telah menangguhkan kontribusi mereka untuk setidaknya menjamin kelangsungan operasi UNRWA," kata Guterres dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Al Jazeera, Minggu 28 Januari 2023.
Guterres mengatakan dugaan keterlibatan sejumlah staf UNRWA dalam serangan 7 Oktober lalu jelas memiliki konsekuensi.
Namun, kata dia, puluhan ribu orang yang bekerja untuk UNRWA, yang berada di "situasi paling berbahaya bagi pekerja kemanusiaan", tidak boleh ikut dihukum.
"Kebutuhan mendesak dari penduduk putus asa yang mereka layani harus dipenuhi," ujar Guterres.
Dalam kesempatan itu, Guterres juga mengonfirmasi bahwa 12 staf UNRWA saat ini sedang diselidiki PBB. Sembilan di antaranya telah dipecat, satu tewas, dan identitas dua lainnya masih "diklarifikasi".
"PBB mengambil tindakan cepat menyusul tuduhan yang sangat serius terhadap beberapa staf UNRWA," ucap dia.
"Setiap staf PBB yang terlibat dalam aksi teror akan dimintai pertanggungjawaban termasuk melalui tuntutan pidana," sambung Guterres.
Sebelumnya, Israel menuding beberapa staf UNRWA terlibat dalam serangan kelompok Hamas pada 7 Oktober lalu di sejumlah wilayah Israel selatan. Serangan itu menewaskan nyaris 1.200 orang dari pihak Israel.
Setidaknya sembilan negara Barat satu persatu memutuskan untuk menangguhkan pemberian dana bantuan kepada UNRWA imbas tuduhan tersebut. Mereka antara lain Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Finlandia, Jerman, Italia, Belanda, Swiss, dan Australia.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.