Kompolnas Pastikan Pengamanan Pemilu di Den Haag Berjalan Aman dan Damai
BELANDA, REQnews - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan kunjungan ke Belanda untuk memastikan pengamanan Pemilu 2024 bagi WNI di sana agar berjalan lancar. Kunjungan tersebut pun diterima KBRI perwakilan Belanda.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Albertus Wahyurudhanto yang didampingi anggota delegasi Irjen (Purn) Pudji Hartanto pIskandar, Yusuf Warsyim, Mohammad Dawam, Poengky Indarti dan Brigjen Musa Ikipson Tampubolon.
Setibanya di sana, Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim mengatakan bahwa rombongan diterima oleh Wakil Duta Besar RI untuk Belanda Freddy Panggabean didampingi Atpol Den Haag, Kombes FIbri Karpiananto dan Kombes Deny Manalu.
Dalam diskusi yang dilakukan, Yusuf menyebut jika pihaknya mendapat penjelasan bahwa PPLN di Den Haag telah membentuk semua perangkat Panitia Penyelenggara Pemilu.
Yaitu, kata dia, mulai dari unsur Panwaslu sampai Pengawas di tingkat TPS. Lalu, dua personel penyelenggara dipersiapkan di setiap TPS.
Diketahui, Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Den Haag sendiri lebih dari 13.000 suara dan menjadi yang cukup signifikan di Belanda.
Yusuf pun kemudian menekankan bahwa pola pengamanan penyelenggaran pemilu di Belanda tahun ini harus benar-benar menjadi perhatian utama. Koordinasi dengan semua pihak pun jadi yang terpenting.
“Koordinasi ke semua pihak termasuk pengamanan eksternal agar penyelenggaraan pemilu di Belanda berjalan kondusif, tidak ada hambatan yang berarti,” kata Yusuf dalam keterangannya, Senin 29 Januai 2024.
Komisioner Kompolnas lainnya, Pudji Hartanto Iskandar menambahkan bahwa salah satu tugas pokok Kompolnas adalah membantu presiden dalam menetapkan arah kebijakan Polri.
Oleh karenanya, kata dia, secara teknis rekomendasi kebijakannya juga akan disampaikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Oleh karenanya kebijakan penguatan tata kerja Kelembagaan, SDM dan Anggaran bagi Satker Polri pada Atase Kepolisian di seluruh KBRI perlu mendapat perhatian bersama secara serius,” kata Pudji.
Sementara itu, Mohammad Dawam berharap seluruh potensi gangguan keamanan dalam penyelenggaraan Pemilu di Belanda dapat diantisipasi dan diprediksi sedini mungkin.
Dengan demikian, kata Dawam, tidak ada celah gangguan keamanan dalam Pemilu di Belanda pada tahun, meski ini sekecil apapun.
“Oleh karenanya, kebijakan penebalan pengamanan Pemilu di Belanda dengan menambah anggota Polri oleh Mabes, hemat kami adalah kebijakan yang relevan dan aktual,” kata Dawam.
Terkait hal itu, Wakil Duta Besar RI untuk Belanda Freddy Panggabean juga menyatakan sependapat, mengingat eksistensi dan peran Polri sangat dibutuhkan, terkhusus tantangan ke depan.
Ia mengakui, akan banyak yang dihadapkan Polri pada isu transnational crime, kejahatan narkoba, siber, kejahatan keuangan antar negara, dan lain-lain yang tidak bisa ditangani oleh para Diplomat.
"Kebijakan memperkuat Atpol adalah kebijakan yang relevan, sangat dibutuhkan," ujar Freddy.
Redaktur : Hastina
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
