Ternyata Ini Biang Kerok Pertumbuhan Ekonomi Mentok 5 Persen yang Disebut Airlangga
JAKARTA, REQnews - Tingginya biaya investasi ternyata menjadi salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia mentok di level 5 persen. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.
Ia menilai ekonomi bisa tumbuh hingga di atas 5 persen yaitu salah satunya dengan menurunkan biaya investasi. Hal ini karena beban yang dikeluarkan investor untuk investasi di Indonesia masih tinggi. Terlihat dari Incremental Capital Output Ratio atau ICOR saat ini.
"ICOR kita kan dibandingkan negara lain masih tinggi, masih sekitar di angka 6 lebih sedikit. Nah kalau kita bisa turunkan ke 4 maka pertumbuhan kita akan tumbuh ke 6 persen dan 7 persen," katanya dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Senin 5 Februari 2024.
Meski demikian, ia menilai jika pertumbuhan ekonomi yang macet di angka 5 persen masih tergolong biasa. Penyebabnya karena mengacu pada Indonesia yang sedang menggenjot pembangunan infrastruktur.
"Infrastruktur itu tidak langsung tapi itu makan waktu dan saya yakin begitu infrastruktur semua terbangun kemudian kita punya logistik akan lebih baik maka kita bisa menggenjot pertumbuhan dengan perbaikan ICOR," katanya.
Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan jika ekonomi Indonesia tumbuh 5,05 persen secara year on year pada 2023 lalu. Pada kuartal IV-2023, Indonesia pun masih tumbuh 5,04 persen.
PLT Kepala BPS Amalia Adininggar menilai pencapaian itu menjadi pertanda ekonomi Indonesia tetap kuat meski ada dinamika global.
"Di tengah melambatnya ekonomi global dan menurunnya harga komoditas ekspor unggulan, ekonomi Indonesia 2023 tetap tumbuh solid," katanya dalam konferensi pers, Senin 5 Februari 2024.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.