Israel Gunakan Senjata Berteknologi AI untuk Memaksimalkan Pembantaian di Rafah
Tel Aviv, REQNews.com -- Israel akan menggunakan senjata berteknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memaksimalkan pembantaian di Rafah -- kota di perbatasan Gaza-Mesir.
Al Mayadeen memberitakan senjata berteknologi AI yang digunakan saat ini adalah drone robotik. Mary Wareham, pakar senjata di Human Rights Watch, mengatakan jumlah korban sipil sedemikian besar di Gaza membuktikan penerapan teknologi AI dalam pemboman dan penembakan artileri.
"Sekarang kita menghadapi situasi kematian dan penderitaan terburuk, sebagian disebabkan teknologi baru," kata Wareham.
Dalam perang di Gaza kali ini Israel kali pertama menggunakan penglihatan optik berkemampuan AI yang diproduksi Smart Shooter -- start-up teknologi Israel. Perangkat itu dipasangkan di senapan ringan dan senapan mesin.
"Alat ini membantu tentara mencegat drone," kata seorang pejabat senior militer Israel. "Sebab, Hamas menggunakan banyak drone."
Setiap prajurit, masih menurut pejabat itu, akan mampu menembak drone dengan mudah. Bahkan, prajurit buta bisa menembak jika menggunakan perangkat ini.
Laporan ekstensif terdokomentasi tentang serangan penembak jitu yang menyasar warga sipil memperlihatkan kemampuan teknologi ini. Dalam momen menyayat hati, seorang tentara pendudukan Israel menembak wanita yang sedang mengambil air di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis dua hari lalu.
Artinya, alih-alih menggunakan teknologi canggih untuk membunuh prajurit Hamas, Israel lebih benyak membunuh warga sipil tak bersenjata dengan senjata hebatnya.
Desember 2023, misalnya, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sejumlah penembak runduk Israel bersarang di sekitar RS Al Awda hanya untuk membunuh beberapa wanita hamil yang mengunjungi rumah sakit untuk melahirkan.
Robotian, start-up Israel, membuat robot drone yang digunakan selama agresi di Gaza. AS menyaksikan semua teknologi ini, dan Israel melatih sejumlah tentara Paman Sam berlatih menembak drone dengan penglihatan optik produksi Smart Shooter.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.