REQNews.com

Houthi Ancam Bakal Ngamuk di Laut Merah Jika Israel Serbu Rafah di Jalur Gaza Selatan

News

Monday, 12 February 2024 - 03:00

Houthi peringatkan kapal yang lewat di Laut Merah (Foto:Istimewa)Houthi peringatkan kapal yang lewat di Laut Merah (Foto:Istimewa)

YAMAN, REQNews - Kelompok Ansar Allah Yaman, Houthi, memperingatkan Israel untuk tidak melakukan operasi militer di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, yang menampung lebih dari 500.000 pengungsi Palestina.

Houthi mengancam akan meningkatkan operasi militer terhadap kapal terkait Israel, Amerika Serikat dan Inggris di Laut Merah jika Israel menyerang Rafah.

Seorang anggota Dewan Politik Tertinggi yang dibentuk oleh Ansar Allah, Muhammad Ali Al-Houthi, memperingatkan Israel melalui media sosial X.

“Kami memberi tahu entitas Israel tentang eskalasi apa pun di Rafah atau Gaza, jadi Anda harus tahu bahwa jalan kami adalah eskalasi,” kata Muhammad Ali Al-Houthi, Sabtu 10 Februari 2024.

“Selama tragedi kemanusiaan di Gaza memburuk, dan ketidakadilan serta pembunuhan massal terhadap orang-orang di Gaza terus berlanjut, operasi akan diperluas sesuai dengan data lapangan dan arahan Komandan Mr. Abdul-Malik al-Houthi (pemimpin kelompok tersebut)," lanjutnya.

Al-Houthi menyerukan masyarakat untuk mengambil aksi populer dan militer di setiap negara untuk mendukung kaum tertindas di Jalur Gaza dan Palestina melalui eskalasi apa pun.

“Lebih baik bagi Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan pengepungan di Gaza, dan agar makanan dan obat-obatan masuk ke Gaza, dan menerima posisi kemanusiaan dalam segala hal, dengan makanan dan obat-obatan masuk ke seluruh Jalur Gaza dan menghentikan agresi terhadap Gaza,” kata Al-Houthi.

Selain itu, pemerintah Yaman memperingatkan dampak serius dari setiap tindakan Israel yang menyerbu kota Rafah di Jalur Gaza.

Mereka menganggap hal ini sebagai peningkatan pembunuhan terhadap rakyat Palestina.

“Persiapan tentara pendudukan Israel untuk menyerbu kota Rafah di Jalur Gaza bertujuan untuk terus membunuh dan menganiaya rakyat Palestina dan menggusur mereka secara paksa dan merupakan bukti nyata bahwa pasukan pendudukan Israel melakukan kejahatan genosida dan pembersihan etnis," kata Kementerian Luar Negeri Yaman dalam pernyataan di media pemerintah, Saba, pada Sabtu.

Kementerian Luar Negeri Yaman menyerukan komunitas internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk melakukan tugas mereka untuk menghentikan agresi biadab Israel.

Mereka juga meminta komunitas internasional agar melindungi rakyat Palestina yang tidak berdaya dari kejahatan pendudukan Israel.

“Yaman memperingatkan kejahatan biadab ini akan mempunyai dampak keamanan yang serius terhadap keamanan dan perdamaian di kawasan, yang mana pasukan pendudukan Israel memikul tanggung jawab,” lanjutnya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.