Seorang Profesor Dipecat Gara-gara Berkomentar pro-Palestina
Berlin, REQNews.com -- Ghassan Hage, akademisi Lebanon-Australia dan profesor antropologi di Institut Max Planck Jerman, dipecat akibat postingan pro-Palestina dan mengutuk genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza.
"Institut Max Planck memutuskan afiliasi dengan Ghassan Hage karena postingannya tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat," demikian keterangan resmi lembaga bergengsi yang dikenal dengan kegiatan penelitiannya.
Rasisme, Islamofobia, anti-Semitisme, diskriminasi, kebencian, dan agitasi, lanjut Isntitut Max Planck, tidak memiliki tempat di lembaga ini. Namun, Institut Max Planck tidak mengatakan apakah membenarkan pembunuhan warga sipil Palestina oleh Israel.
Menanggapi keputusan itu, Hage mengatakan; "Saya dapat menerima keputusan itu karena saya memiliki nilai-nilai tidak sesuai dengan situasi Institut Max Planck. Namun, saya tidak bisa menerima tuduhan rasis."
Di akun X-nya, Hage mengatakan akan segera mengeluarkan pernyataan, dan hidup dengan bagian pertama tentang ketidakcocokan. "Saya akan mengakhiri pernyataan dengan tidak ada tempat untuk rasisme," katanya.
Upaya Sia-sia
Desember 2023, Institut Max Planck mengungkapkan akan memberi dukungan finansial untuk kerja sama Israel-Jerman, setelah serangan Hamas yang menghancurkan pada 7 Oktober 2023. Max Planck Society juga akan membangun hubungan ilmiah dengan Weizmann Institute.
Program Max Planck Israel bernilai satu juga euro dan akan berjalan dua tahun. Alasan inilah di balik keputusan pemecatan Hage. Institut Max Planck juga membatalkan upacara pemberian penghargaan untuk penulis Palestina Adania Shibli pada Pameran Buku Frankfurt, Oktober lalu.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.