REQNews.com

Terjadi Penurunan Pasar, Cisco Raksasa Teknologi AS, PHK Massal 4.250 Karyawan

News

Thursday, 15 February 2024 - 15:31

Ilustrasi PHK (Foto:Istimewa)Ilustrasi PHK (Foto:Istimewa)

WASHINGTON  DC, REQNews - Perusahaan teknologi ternama asal Amerika Serikat, Cisco mengumumkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 4.250 karyawan atau 5 persen tenaga kerjanya.

Selain mengumumkan Pemutusan Hubungan Kerja, Cisco juga melaporkan hasil fiskal kuartal kedua yang kuat namun memberikan perkiraan yang tipis.

Melansir CNBC International, Kamis 15 Februari 2024 pendapatan Cisco turun 6 persen secara tahunan selama kuartal kedua, yang berakhir pada 27 Januari, menurut pernyataan resmi perusahaan.

Laba bersih Cisco turun menjadi USD 2,63 miliar, atau 65 sen per saham, dari USD 2,77 miliar, atau 67 sen per saham, pada kuartal tahun lalu.

Sementara itu, perusahaan belum menyelesaikan akuisisi senilai USD 28 miliar atas pembuat perangkat lunak pemantauan dan keamanan Splunk.

Cisco kini memperkirakan akan menyelesaikan kesepakatan tersebut pada akhir kuartal kalender pertama atau awal kuartal kedua, 2024, ungkap CEO Cisco Chuck Robbins dalam panggilan konferensi dengan para analis.

Sehubungan dengan panduan untuk kuartal ketiga fiskal, Cisco memperkirakan akan mencatat laba per saham yang disesuaikan sebesar 84 hingga 86 sen atau USD 12,1 miliar hingga USD 12,3 miliar.

Cisco kini menjadi perusahaan teknologi terbaru yang melakukan PHK di AS pada tahun 2024, karena industri terus menekan biaya menyusul penurunan pasar.

Januari adalah bulan tersibuk untuk PHK di industri ini sejak Maret 2023, ketika Alphabet, Amazon, Microsoft dan SAP semuanya mengatakan mereka melakukan PHK terhadap sejumlah posisi, begitu pula eBay, Unity, dan Discord.

Sepanjang tahun ini, 144 perusahaan teknologi di Amerika Serikat telah melakukan PHK terhadap hampir 35.000 pekerjanya, menurut situs Layoffs.fyi.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.