REQNews.com

Tidak Hanya Menolak Negara Palestina, Israel Juga Tidak Akui Eksistensi Bangsa Palestina

News

Friday, 23 February 2024 - 22:30

Tel Aviv, REQNews.com -- Israel tidak hanya menolak kehadiran negara Palestina, tapi juga tidak mengakui eksistensi ribuan tahun bangsa Palestina.

"Tidak ada yang namanya bangsa Palestina," kata Orit Strook, anggota Knesset dari Partai Zionis Relijius dan pemimpin permukiman Yahudi di Hebron, dalam pidato di parlemen yang videonnya diunggah ke akun X.

"Tidak akan pernah ada negara Palestina di tanah Israel," katanya lagi. "Setiap orang yang berbudaya di dunia tahu bahwa tanah ini milik kami, untuk rakyat Israel, dan hanya untuk kami."

Negara Palestina, masih menurut Strook, akan menjadi ancaman nyata bagi Israel, perdamaian, dan ketertiban seluruh dunia. Mayoritas besar rakyat Israel menentang pembentukan negara Palestina.

Dalam sidang Rabu 21 Februari, Knesset dengan suara bulat mendukung keputusan pemerintah untuk menolak pengakuan sepihak atas negara Palestina.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Arab-Israel 1967. Mereka mencaplok seluruh kota tahun 1980, mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota abadi dan tidak terbagi bagi Israel. Tindakan itu tidak pernah diakyui komunitas internasional.

Palestina berharap dapat mendirikan negara berdaulat merdeka di Jalur Gaza dan Tepi Barat, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Sejak 7 Oktober, setelah serbuah kilat Operasi Banjir al-Aqsa, Israel menggempur Gaza membunuh lebih 29 ribu peduduknya -- sebagian besar anak-anak dan perempuan -- menciptakan kelaparan hebat. Israel sedang berusaha mendorong warga Palestina ke luar Gaza.

Dunia mengutuk Israel, dan Mahkamah Internasional (ICJ) kali pertama menuduh negeri Yahudi itu melakukan genosida. Jika tuduhan itu benar, kali kedua dalam sejarah orang Yahudi melakukan pembantaian massal. Pembantaian pertama, seperti tercatat dalam Perjanjian Lama, dilakukan terhadap Sukun Amalek.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.