Setelah Pembantaitan Tepung, 13 Anak-anak Palestina di Gaza Tewas Kelaparan
Gaza City, REQNews.com -- Setelah 'Pembantaian Tepung', Kamis 29 Februari, yang menewaskan 112 orang dan mencegah ribuan warga mendapat makanan, sebanyak 13 bocah Palestina menemui ajal akibat kelaparan dan kekurangan gizi.
Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina, mengatakan dua anak tewas di RS Al Shifa di Gaza City akibat dehidrasi dan kekurangan gizi. Bocah lainnya meninggal di Gaza utara.
Hamas mengatakan kematian 13 bocah akibat kelaparan adalah kegagalan komunitas internasional dan PBB. Hamas mengulangi seruannya kepada PBB dan komunitas internasional untuk beruspaya melindungi warga sipil Palestina di Gaza.
Kombinasi Mematikan
Mike Ryan, direktur Kedaruratan WHO, mengatakan anak-anak yang kelaparan, lemah, dan mengalami trauma mendalam sangat mungkin jatuh sakit. Anak-anak yang sakit, terutama karena diare, tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik.
"Kelaparan dan penyakit adalah kombinasi mematikan," katanya.
Di Gaza utara, upaya mendapat bantuan makanan dari komunitas internasional menjadi perjuangan mematikan. Setelah Pembantaian Tepung di Jl al Rashid, Kamis lalu, Israel dipastikan masih akan memberondong kerumunan warga yang berjuang mendapatkan makanan.
Israel sedang berupaya menciptakan kelaparan di sekujur Gaza sampai pada titik paling ekstrem. Mereka tidak bisa mencegah upaya internasional memasok bantuan makanan dari udara, dan Pembantaian Tepung dilaksanakan.
Israel sedang mencoba mencegah penduduk Gaza mendapatkan makanan yang disuplai dari udara dan jatuh di depan penduduk. Caranya, menembak mereka yang berusaha mengambil makanan itu.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.