Hamas Ogah Kasih Data Ini, Israel Ngambek Putuskan Absen Perundingan, Akibatnya Gencatan Senjata Terancam Gagal
KAIRO, REQNews - Delegasi Israel memutuskan untuk tidak menghadiri perundingan mengenai gencatan senjata di Jalur Gaza dan pertukaran tawanan dengan Hamas.
Alasannya, Hamas menolak permintaan Israel untuk memberikan daftar tawanan yang masih hidup di Gaza. Pada Minggu 3 Maret 2024.
Stasiun televisi Al Qahera News melaporkan bahwa delegasi dari Qatar dan Amerika Serikat, serta delegasi Hamas, tiba di ibu kota Mesir, Kairo. Mereka akan mengadakan babak baru perundingan mengenai konflik di Jalur Gaza.
The New York Times (NYT) melaporkan, perdana Menteri Qatar pada hari yang sama memberi tahu kepala Badan Intelijen Rahasia Israel (Mossad), David Barnea, ihwal penolakan Hamas untuk menyerahkan daftar tawanan yang masih hidup.
Selain itu, Hamas juga tidak menyetujui draf perjanjian pertukaran tawanan dengan Israel yang diajukan AS sebelumnya.
Sikap Hamas itu pada gilirannya memengaruhi keputusan Israel untuk tidak ambil bagian dalam perundingan itu, kata NYT.
Situs berita Amerika, Axios, melaporkan bahwa kerangka kesepakatan yang diusulkan untuk gencatan senjata di Jalur Gaza mencakup pertukaran sekitar 400 tahanan Palestina yang ditahan di Israel dengan 40 tawanan Israel yang ditahan Hamas.
Rancangan perjanjian tersebut juga dilaporkan mencakup jeda perang selama enam minggu dan kembalinya warga Palestina secara bertahap ke Jalur Gaza Utara.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.